PELECEHAN SEKS ANAK

“Mewujudkan Humbang Hasundutan yang Hebat dan Bermental Unggul”

Tata Kelola Pemerintah yang Baik dan Bersih untuk Mewujudkan Pembangunan yang Berkeadilan

Oleh: ASMAN SIHOMBING, SH

Reporter/Penulis

Asman Sihombing SH

Kabupaten Humbang Hasundutan adalah merupakan Daerah Otonom yang dibentuk melalui Undang-Undang RI Nomor 9 tahun 2003, tentang pembentukan Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Humbang Hasundutan, berdasarkan letak geografis, berada di bagian tengah Propinsi Sumatera Utara dengan ketinggian 330-2.075 m diatas permukaan laut. Secara astronomis kabupaten yang dihuni mayotitas petani ini terletak pada garis 2°1-2°28 Lintang Utara dan 98°10-98°58 Bujur Timur berbatasan dengan Sebelah Utara Kabupaten Samosir-Sebelah Timur Kabupaten Tapanuli Utara-Sebelah Selatan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sebelah Barat Kabupaten Pakpak Bharat.

Kabupaten dengan ciri khas peternak kuda ini, terdiri dari luas wilayah 251.765,93 Ha dengan luas daratan sebesar  250.271,02 Ha,dan Danau seluas 1.494,91 Ha dengan kemiringan tanah yg tergolong datar hanya 11 persen, landai sebesar 20 persen, dan miring/terjal 69 persen. Iklim di Kabupaten Humbang Hasundutan tropis basah dengan suhu berkisar antara 17°C – 29°C, dengan jumlah penduduk  186.694 jiwa , terdiri dari Perempuan sebanyak 93.992 jiwa dan Laki-laki Sebanyak 92.702 jiwa yang tersebar di 10 Kecamatan terdiri dari, Kecamatan Doloksanggul, Kecamatan Sijamapolang, Kecamatan Onan Ganjang, Kecamatan Pakkat, Kecamatan Parlilitan, Kecamatan Tarabintang, Kecamatan Lintong Nihuta, Kecamatan Bakti Raja, Kecamatan Paranginan dan Kecamatan Pollung, dengan jumlah desa sebanyak 153 Desa dan 1 Kelurahan yakni : Kec. Pakkat 22 Desa, Kec. Onan Ganjang 12 Desa, Kec. Sijamapolang 10 Desa, Kec. Dolok Sanggul 27 Desa 1 Kelurahan, Kec. Lintong Nihuta 22 Desa, Kec. Paranginan 11 Desa, Kec. Bakti Raja 7 Desa, Kec. Pollung 13 Desa, Kec. Parlilitan 20 Desa, dan Kec. Tarabintang 9 Desa (Dikutip dari Humbang Hasundutan Regensi in Figures 2018)

Sejarah singkat Pemerintahan

Pada tahun 2003 awal pemerintahan Kabupaten Humbang Hasundutan  dipimpin Pejabat Bupati  Drs.Manatap Simanungkalit, MM, kemudian dilanjutkan oleh Pejabat Bupati Sarlandy Hutabarat,SH. untuk menata kantor, menuyusun Organisasi Pemerintahan, memproses dan menyusun persiapan penyelenggaraan PEMILUKADA Kabupaten Humbang Hasundutan secara langsung.     Hasil pemilihan langsung  2005-2010  dan 2010-2015 (2 periode) Kabupaten yang berpenduduk mayoritas petani ini dipimpin oleh Bupati/Wakil Bupati Drs.Maddin Sihombing, Msi dan Wakil Bupati Drs.Marganti, perjalanan roda Pemerintahan oleh kedua pemimpin ini tergolong mulus karena selama sepuluh tahun memimpin Kabupaten Humbang Hasundutan selalu dalam suasana aman dan kondusif

.           Pada hari rabu,  tanggal 17-02-2016 langit cukup cerah dengan bayang-bayang rintik-rintik embun putih sesekali melintasi cerahnya kebiruan langit, deretan iring-iringan mobil rombongan sang juara yang memenangi parhelatan pemilukada langsung tahun 2015. Dua sosok parhobas tersebut didampingi masing-masing isteri berjalan tegap dan perlahan lengkap dengan pakaian jas putih dan topi Pejabat Negara. Melintas dari tengah-tengah ruang rapat  paripurna DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan yang dihadiri para tokoh masyarakat dan undangan. Adalah sosok putra daerah terbaik Kabupaten Humbang Hasundutan yang menjadi pemimpin sekaligus parhobas pembangunan masa bhakti 2016-2021. Kedua Tokoh tersebut tak asing lagi adalah DOSMAR BANJARNAHOR,SE DAN PARLINDUNGAN SIMAMORA yang dilantik oleh Plt Gubernur Sumatera Utara Ir H.T. Erry Nuradi pada hari Rabu tanggal 17 Januari 2016, menjadi Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasudutan masa bhakti 2016-2021.

 

Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan telah sepakat menetapkan

Visi –  Misi Mewujudkan Humbang Hasundutan yang Hebat dan Bermental Unggul”   dengan MOTTO, Bekerja Keras, Bekerja Cerdas, Bekerja Serius.

             Keinginan luhur Bupati/Wakil Bupati Humbang Hasundutan memasuki tahun ke empat menakhodai bahtera pembangunan kabupaten yang berpenduduk mayoritas petani  ini, Pemerintah dan  masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan akan melaksanakan parhelatan akbar sekaligus ucapan syukur atas berlangsungnya pemerintahan secara aman, terkendali dan kondusif yang ke XVI (ulang tahun ke XVI). Demi mengajak partisipasi seluruh stake holder, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan akan melaksanakan Lomba Karya Tulis Jurnalistik tahun 2019 yang diikuti seluruh kuli disket (Wartawan)  yang bertugas di Kabupaten Humbang Hasundutan.

Diatas dasar rasa memiliki atas program pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasunduran, Reporter Majalah Forum keadilan yang bertugas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Humbang Hasundutan ikut ambil bagian dalam iven Lomba Karya Tulis Jurnalistik tahun 2019, dengan judul dan sub judul (tema) karya tulis “

“Mewujudkan Humbang Hasundutan yang Hebat dan Bermental Unggul” 

-Tata Kelola Pemerintah yang baik dan Bersih untuk mewujudkan pembangunan,  Adil dan Makmur

Menejemen Sumber daya manusia menurut Peter F.Drucker adalah merupakan yang sangat vital bagi terwujudnya tenaga kerja yang Produktif, efektif, dan efisien sebagai tenaga kerja yang mampu melakukan pekerjaan yang benar (doing the right things)

Mens sana in corpora sano adalah sebuah bahasa latin yang artinya adalah “ Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”Untuk dapat melaksanakan Motto yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan yakni  Bekerja Keras, Bekerja Cerdas, Bekerja Serius,  harus dipastikan seluruh aparatur pemerintah sehat jasmani dan rokhani. Kepada seluruh aparatur Pemerintah diperlukan perhatian khusus dari Pemerintah dalam hal ini Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan untuk meningkatkan kesejahteraan secara adil dan merata.

Esensi untuk mewujudkan Visi-Misi Kabupaten Humbang Hasundutan yang hebat dan Bermental Unggul, tentu harus didasarkan dengan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal  dan professional. Proses dan upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan  adalah merupakan awal proses untuk mencapai keberhasilan tujuan. Dalam Pemerintahan pola perekrutan untuk mencapai sasaran  yang baik dan bersih perlu mengadopi pendapat Peter F.Drucker “ The Right Man On The Right Place” untuk penetapan pejabat ( Eselon IV, III dan II).  Dosmar Banjarnahor dalam Pemerintahannya kurun waktu 4 tahun telah telah mengarahkan hal tersebut demi terwujudnya pemerintahan yang baik ( Good Gavernance) .Pemerintahan yang baik  tentu juga harus diikuti dengan pemerintahan yang bersih ( Clean Governance). Penerapan sytem rekrutmen sebagaimana  diuraikan tersebut secara otomatis akan “Mewujudkan Humbang Hasundutan yang Hebat dan Bermental Unggul” 

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor didampingi Sekretari Daerah HUMBAHAS Drs Tony Sihombing, Asisten Ekonomi Pembangunan Lamhot Hutasoit, Spd.MSi. mengunjungi Petani Padi disalah satu Desa di Humbang Hasundutan..

Tata Kelola Pemerintah yang baik dan Bersih untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan Makmur

 Untuk menata dan Mengelola Pemerintahan tentu harus  memiliki pola dan system  yang baku, menurut penulis Ada 4 indikator Tata Kelola Pemerintahan yang baik yakni :Transparansi, Partisipasi, Akuntabilitas dan Koordinasi.

Transparasi :Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2008, yang bertujuan setiap pengelolaan pemerintahan tidak hanya tanggung jawab oleh pengelola pemerintahan itu sendiri ( unsur pemerintah) tetapi merupakan tanggung jawab semua stake holder( eksternal) untuk ikut bertanggung jawab melakukan pengawasan.

Partisipasi : Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan  dalam merencanakan kebijakan untuk mendapat masukan dalam proses pembuatan kebijakan sehingga dapat membantu pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan berbagai persoalan , prespektif dan opsi-opsi alternativ dalam menyelesaikan suatu persoalan.

Akuntabilitas : Bentuk pertanggung jawaban atas peraturan yang dibuat dan untuk menguji seberapa kredibel suatu peraturan tidak berpihak  pada golongan tertentu

Koordinasi : Mekanisme untuk memastikan kesamaan pandang oleh seluruh pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan Visi-Misi, sehingga dapat terwujudnya efisiensi dan sinergisitas tata kelola pemerintahan.

Kabupaten Humbang Hasundutan dengan luas daratan  sebesar  250.271,02 Ha,dan Danau seluas 1.494,91 Ha, dengan demikian masyarakat di daerah otonom yang tergolong bersuhu dingin ini hidup dari sektor peretanian dalam arti luas khususnya hortikultura dan plawija. Konsep pembangunan ekonomi pedesaan dalam upaya mensejahterakan masyarakat dari pedesaan, menurut Helfried Lombo, untuk mengubah kehidupan masyarakat pedesaan perlu melakukan pendekatan mulai dari desa. Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor sejak dikukuhkan pada tanggal 17 pebruari 2016, selalu turun ke desa, langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui sajauh mana permasalahan yang dihadapi masyarakat desa khususnya warga petani. Pendekatan pembangunan ekonomi yang dimulai dari pedesaan dengan memadukan budaya masyarakat yang ada di pedesaan , kebiasaan-kebiasaan yang baik, perlu di kemas kembali di padukan dengan konsep ekonomi yang mudah di pahami oleh masyarakat. Sistem gotong royong (marsialap ari) yang sudah lama ditinggallkan perlu digairahkan dan dihidupkan kembalisebagai penunjang dan pendorong kemajuan di pedesaan, dipadukan dengan system menejemen yang lebih baik. Pemberian bantuan (alsintan dan uang) hendaknya dikuti pengawasan melalui penyuluh pertanian yang handal dan professional. Tidak sedikit pejabat dan masyarakat yang harus berurusan dengan penegak hukum oleh karena masalah penyaluran dana bantuan kepada masyarakat. Tentu hal ini perlu diantisipasi, mengingat masyarakat pedesaan belum berpengalaman dalam mengelola keuangan dan masih membutuhkan pembinaan untuk mengelola usaha pedesaan. Disamping itu masyarakat di pedesaan masih banyak pemalas dan tidak memiliki kreatifitas  serta kurang memiliki jiwa interpreneur yang tinggi, faktor lain belum memikili tanggung jawab untuk melunasi kredit  atau kecenderungan beluum ada kesadaran akan hak dan kewajiban. Menghadapi masalah tersebut,  Pemerintah perlu melakukan pendekatan yang sesuai sehingga program pembangunan ekonomi pedesaan tidak mengalami kegagalan dan tidak menyisahkan persoalan pada masyarakat dan pemerintah Daerah.

Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor didampingi Sekretari Daerah HUMBAHAS Drs Tony Sihombing, Asisten Ekonomi Pembangunan Lamhot Hutasoit, Spd.MSi. mengunjungi Ketua Kelompok Tani bawang baru-baru ini.

 Saran dan Kesimpulan

Saran

Sebagai upaya memperpendek rentang kendali Bupati Humbang Hasundutan disarankan untuk :

  1. Membentuk tim koordinasi pembangunan desa yang melibatkan seluruh stake holder yang terdiri dari : unsur  Tokoh masyarakat, Tokoh adat, Tokoh pendidikan, Tokoh agama dan organisasi pemuda, para kelompok tani, untuk selanjutnya di bentuk di kecamatan serta bertanggung jawab kepada pimpinan kabupaten
  2. Mengimplementasikan Pembangunan desa berdasarkan pada aspek partisipatif, dengan melibatkan seluruh kemampuan dan energy desa sebagai upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dengan mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan sehingga terwujud perdamaian dan keadilan
  3. Menekankan Penguatan sinergi antaraktor, sebagai implementasi Undang-Undang desa dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan termasuk Non Goverment Organization(NGO)/LSM, dunia usaha, universitas, dan media
  4. Melakukan pembinaan penguatan pembangunan ekonomi lokal mandiri bebas produksi berbasis produksi.
  5. Menekankan mempercepat penyaluran dana desa untuk menggerakkan sektor ekonomi desa, dan percepatan pembangunan infrasutuktur serta membangkitkan ekonomi desa

Kesimpulan

            Dari seluruh pembahasan yang kami uraikan dalam tulisan ini hanya digerakkan  diatas dasar  rasa memiliki atas percepatan pembangunan Kabupaten Humbang Hasundutan, disadari bahwa dari rangkaian kata-kata, ejaan maupun istilah yang kami pakai dalam tulisan ini masih banyak kekurangan dan kekhilapan yang mengakibatkan bapak/ibu merasa tersinggung dan kurang nyaman, untuk itu dengan segala hotmat kami sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Khusus kepada Bupati Humbang Hasundutan dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan dan seluruh panitia Lomba Karya Tulis dalam hal ini Dinas Kominfo kabupaten Humbang Hasundutan Redaksi, staf dan reporter majalah Forum keadilan mengucapkan terima kasih yang sebesarya-besarnya, Dirgahayu Humbang Hasundutan yang ke XVI.

Kepada Bapak Dosmar Banjarnahor, SE kami harapkan untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Humbang Hasundutan untuk periode 2021-2026, semoga sukses, Tuhan memberkati. Horas, horas, horas !!!

You might also like