Meski Dituntut 5 Tahun Penjara, Terdakwa BRI Katamso Oktavia Situmorang Tidak Ditahan

Majelis hakim diketuai Nazar Effendi SH kembali menggelar sidang perkara korupsi Anton Suhartanta, selaku Kepala Kantor PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pembantu Medan Katamso dan Oktavia Situmorang (36) karyawan PT BRI (Persero) Tbk dengan agenda pembacaan tuntutan JPU dari Kejari Binjai.

Dalam tuntutannya, jaksa tersebut menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara 5 tahun denda Rp 200 juta subsider 3 bulan penjara. Setelah mendengar tuntutan pidana dari JPU, Penasehat Hukum kedua terdakwa meminta waktu satu minggu untuk menyiapkan nota pembelaan atas tuntutan pidana terhadap klaennya.

Sidang tersebut digelar diruang sidang cakra 3 Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Sebelumnya dakwaan penuntut umum menjelaskan, terdakwa Anton Suhartanta, selaku Pinca PT BRI Cabang Pembantu Medan Katamso, baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dengan Oktavia Situmorang selaku karyawan PT BRI Cabang Pembantu Medan Katamso tanggal 12 Juli 2017.

Serta Deandles Sijabat selaku Direktur CV Deandls Mual Asri (berhasil dibekuk Kejari Binjai dari tempat persembunyiannya di Subang, Jabar) sekitar Juli 2009 hingga Oktober 2010 mengajukan pinjaman untuk pengembangan usaha kepada terdakwa di Kantor BRI Cabang Pembantu Medan Katamso dan/atau Jalan Sukarno Hatta Km 18 Komplek Puri Karunia Regency, Kota Binjai.

Deandles secara bertahap mengagunkan 5 aset dan disetujui terdakwa Anton dan memerintahkan terdakwa Oktavia Situmorang selaku Associate Account Officer (AAO) segera mem-follow up permohonan kredit tersebut. Namun pengembalian kreditnya macet. Kerugian keuangan negara diperkirakan Rp508.652.500.

Terdakwa Anton maupun Oktavia sama-sama dijerat pidana Pasal 2 ayat (1)  jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU nomor 31 Tahun 1999 tentang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1  KUHPidana.

You might also like