Komisi III DPR RI: Calon Pimpinan KPK Dari Polri dan Kejaksaan Tidak Masalah

Jakarta – Forumkeadilan.com. Anggota Komisi III DPR RI,  Junimart Girsang menilai Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) sudah cukup kredibel dan berintegritas. Dan tentu kita apreseasi dan kita para Pansel bisa mencari kandidat komisioner lembaga antirasuah yang mampu membawa kearah yang lebih baik. Hal tersebut disampaikan oleh Junimart kepada FORUM di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

“Paling penting sekarang, bagaimana KPK ini bisa berjalan secara mantap ke depan. Bukan siapa nanti komesioner nya”, Tegas Junimart

Kenapa demikian lanjut politisi PDI Perjuangan itu, pengalaman selama ini menunjukan bahwa KPK, tentu secara kinerjanya harus kita apresiasi tetapi dari segi sistem KPK ini harus kita kritisi. Oleh karena itu, menurut saya KPK saat ini harus ada yang mengawasi secara independen yaitu dewan pengawas. “Pembentukan dewan pengawas supaya bisa mengawasi KPK, karena selama ini tidak ada yang bisa mengawasi KPK untuk kinerja nya”, Kata Junimart

Karena kita tidak tahu misalnya Sampai kapan KPK  bisa melakukan penyelidikan, penyidikan. “Terbukti banyak kasus yang prosesnya mandek bertahun tahun, ada tersangka tidak ditahan, ada yang ditahan. Nah ini membuat kita bertanya tanya ada apa”, Imbuhnya.

 John K Azis, Anggota komisi 3 DPR RI Fraksi Golkar, (Abdul Farid)

Ada juga muncul  isu-isu tentang tidak solidnya di dalam internal KPK itu sendiri. Ada kelompok penyidik A,  ada kelompok B dan juga muncul wadah pegawai KPK dan mereka bisa aksi demo demo. “Menurut saya supaya untuk meminimalkan terjadinya hal hal semacam itu sangat diperlukan dewan pengawas”, Jelasnya

Agak miris juga, lanjut pengacara Kondang itu bahwa sampai ada isu komesioner takut kepada penyidik dengan alasan  penyidik itu adalah orang-orang lama yang paham tentang KPK. ” ini kan aneh aneh, Oleh karena itu tentu harapan saya harus segera mungkin dibentuk dewan pengawas. Dan dewan pengawas itu  dibentuk bukan harus merubah undang undang KPK “, Kata Junimart

Mengenai kekhawatiran sebahagian masyarakat tentang adanya calon dari unsur Polri dan Kejaksaan itu tidak relevan.  saya mau  balik bertanya, Kalau misalnya  calon komisioner dari luar polisi dan jaksa apa masalahnya.  Masuk juga calon dari dari LSM maupun advokat kan tidak masalah. Yang terpenting menurut Junimart, integritas, rekam jejak calon itu harus jelas.  “Semua kembali kepada mentalitas dan etos kerja dari orang bersangkutan mau dia dari polisi mau dari jaksa mau dari Hakim mau dari pengacara”, Imbuhnya

Hal senada juga diungkap oleh anggota komisi 3 DPR, John K Azis. Politisi Golkar itu berharap calon pimpinan KPK yang akan datang betul betul mengetahui seluk beluk korupsi. “Karen domain hukum ya tentu diprioritaskan adalah calon yang mengerti dan paham tentang hukum “, Ungkapnya.

Geung KPK (Abdul Farid)

Menurut John Azis, orang orang yang akan menduduki jabatan sebagai Komisioner KPK nanti adalah orang orang yang paham betul tentang penyelidikan dan penyidikan, tuntutan sampai dengan tahapan eksekusi.

Bagi pansel tentu saya berharap dapat membuka seluas luasnya kepada masyarakat mengenai rekam jejak bagi semua calon. “Tentu yang dipilih nanti calon calon yang bersih dan berintegritas”,Tutupnya.

Untuk diketahui Sampai saat ini sudah ada 282 pendaftar, kemungkinan ada 3 (komisioner). Tadi pagi sih 2,” kata Ketua Pansel Capim KPK 2019-2023 Yenti Garnasih di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

Selain komisoner KPK, para calon juga banyak berasal dari kalangan advokat dan dosen. “Advokat ada 57 orang, 53 dosen, 26 dari kalangan swasta, BUMN, dan pebisnis, jaksa dan hakim ada 16, TNI 1, Polri 10, 6 auditor, komisioner ditambah pegawai KPK 10, dan lain-lain jumlahnya 103,” ungkap Yenti.

Sesuai dengan Undang-Undang, waktu pendaftaran calon pimpinan KPK dibuka selama 14 hari, karena telah dibuka sejak Rabu (12/6/2019), maka Kamis (4/7/2019) sore pukul 16.00 WIB, pendaftaran bakal ditutup. (Abdul Farid)

You might also like