Kapolri Harap Ada Polisi Yang Terpilih Jadi Pimpinan KPK

Pansel capim KPK telah menutup pintu pendaftaran. Kapolri Jenderal Pol Tiro Karnavian berharap ada anggota Polri yang lolos menjadi komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ada sembilan atau sepuluh yang mendaftar, saya berharap ada yang masuk,” kata Kapolri usai acara wisuda di Akademi Kepolisian pol Semarang, Jumat.

Menurut dia, KPK memiliki sejarah panjang bersama Polri. Ia menyebut Polri turut membesarkan KPK melalui para anggotanya yang ikut menjadi komisioner. “Mulai dari Pak Taufiqurahman, Pak Bibit Samad, sekarang Bu Basaria,” katanya.

Selain itu, kata dia, dengan komisioner yang berasal dari Polri tentunya akan memberi nilai tambah karena kerja sama dengan kepolisian akan lebih mudah.

Ia juga mengungkapkan tentang lebih dari 100 personel Polri yang sudah selesai menjalankan tugas di KPK dengan baik dan meletakkan fondasi bagi lembaga antirasuah tersebut. “Tidak ada salahnya anggota Polri jadi komisioner KPK,” tambahnya.

Ia berharap seleksi calon pimpinan KPK dapat berjalan dengan sehat dan menghasilkan komisioner yang bagus

Pendaftar Capim KPK 384 Orang

Panitia seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) menyatakan jumlah pendaftar untuk mengikuti seleksi mencapai 384 orang sampai batas akhir pendaftaran melalui surel (e-mail) pukul 23.59 WIB, Kamis (4/7).

Pansel sudah memutuskan untuk tak memperpanjang pendaftaran seleksi calon pimpinan lembaga antikorupsi itu.

“Sampai jam 23.59 tadi malam, batas akhir pendaftaran via email jumlah pendaftar mencapai 384 orang,” kata anggota Pansel KPK, Hendardi kepada wartawan lewat pesan singkat, Jumat (5/7).

Sebelumnya, setelah waktu pendaftaran calon pimpinan KPK secara manual ditutup pada Kamis (4/7) pukul 16.00 WIB, panitia menerima 348 nama pendaftar. Pendaftaran kali ini dilakukan sekitar dua pekan, mulai dari 17 Juni hingga 4 Juli.

Anggota Pansel KPK Harkristuti Harkriswono mengatakan sampai saat ini belum bisa membeberkan profil para pendaftar. Ia menyebut pihaknya baru bisa mengumumkan nama-nama pendaftar pada 11 Juli mendatang yaitu saat pengumuman hasil seleksi administrasi.

Mereka yang lolos seleksi berkas akan mengikuti uji kompetensi seminggu setelah 11 Juli. Kemudian sepekan setelahnya pansel akan mengumumkan kelulusan uji kompetensi.

“Terus mereka harus ikut psikotes umum, setelah itu baru masuk ke situs yang profile assesment,” ujar Harkristuti.

Setelah itu ada tahapan yang diberi nama uji publik. Ini akan dilakukan oleh para peserta agar masyarakat mengetahui seperti apa sosok calon pemimpin dan kapabilitas yang mereka miliki. Tim pansel saat ini masih mempertimbangkan format uji publik seperti apa yang akan digunakan.

“Kami belum tahu apakah nanti masyarakat yang bisa bertanya live, itu ataukah dari pansel. Kami berharap dari masyarakat tapi memang itu kita belum putuskan,” ujar Harkristuti

You might also like