Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia Pecahkan Rekor MURI

Tomok, Sumatera Utara – Forumkeadilan.com.  9 Juli 2019: Organisasi pencinta alam URaL 28 berhasil memecahkan rekor MURI sebagai pelajar pertama yang mengelilingi lingkar dalam Danau Toba dengan kayak sepanjang ± 135 km dalam kegiatan ekspedisi penjelajahan kayak bertajuk “Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia 2” setelah EKPI yang pertama sukses dilaksanakan pada tanggal 9-11 Juli 2018 di Waduk Jatiluhur (danau buatan terbesar di Indonesia), Jawa Barat.

Empat kayak berisi enam pendayung berbendera Merah Putih, Bendera Ural merapat ke dermaga Pelabuhan Ferry Tomok menjadi titik start yang kemudian dilanjutkan dengan menyeberang ke Parapat sebagai titik akhir. Mereka dikawal satu speedboad yang berisi tim support dan Badan SAR setempat.

Ekspedisi ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2019 – 13 Juli 2019 yang telah dipersiapkan dalam kurun waktu kurang lebih 6 bulan oleh pelajar SMAN 28 Jakarta yang tergabung dalam organisasi pencinta alam URaL 28. Peserta ekspedisi ini terdiri dari 6 orang pendayung, 3 orang tim sosiologi pedesaan dan 4 orang team support. Enam pelajar yang menjadi atlit, terdiri dari Rafif Ibrahim, Landung Yudanto, Argi Nurfajri, Fahmi Muhammad Gibran, Aryadhieni Farah Ayu Susanto dan Nur Aliya Sabira akan menggunakan empat buah kayak.

Selama di Sumatra Utara, persiapan yang telah dilakukan oleh Tim EKPI 2 adalah test track oleh atlet kayak selama 29 Juni – 30 Juni 2019. Pada 2 Juni 2019, EKPI 2 resmi dimulai dengan dilakukannya pelepasan para atlet kayak dalam upacara pembukaan. Para atlet kayak dilepas langsung oleh bupati Samosir, bapak Drs. Rapidin Simbolon, M.M.

Dermaga Pelabuhan Ferry Tomok menjadi titik start. Para atlit akan menuju camp 1 yang berada di Kawasan HKBP Sitamiang Onan Rangu. Adapun jarak tempuh etape 1 kurang lebih 24 Km. Berikutnya, etape 2 sepanjang kurang lebih 28,5 Km akan berakhir di Kawasan HKBP Sinaga Uruk, etape ke 3 sepanjang kurang lebih 26,5 Km dan para atlit akan beristirahat di camp yang berada di Kawasan Polres Samosir.

Camp ke 4 akan berada di Kawasan HKBP Malau Simarmata dan akan ditempuh dengan jarak kurang lebih 20 Km. Selanjutnya etape ke 5 berjarak kurang lebih 24,6 Km akan berakhir di camp Kawasan GKPS Tuktuk. Para atlit akan mencapai garis finish di camp yang berada di Kawasan Pelabuhan KMP Ferry Tomok menuju Hotel Toba International Cottage di Parapat dengan sebelumnya menempuh jarak kurang lebih 12 Km.

Dipilihnya kayak dalam ekspedisi ini karena kayak fleksibel untuk digunakan di berbagai medan air di Indonesia baik sungai, danau ataupun lautan, maupun di wilayah yang tidak memungkinkan untuk dilalui oleh kapal. Selain itu ekspedisi menggunakan kayak ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan sosiologi pedesaan yang akan mengeksplorasi kebudayaan dan kearifan lokal di sekitar lokasi ekspedisi.

“Sebagai bagian dari pencinta alam kami melakukan ekspedisi ini dengan tujuan memperkenalkan potensi pariwisata di Indonesia pada umumnya dan Danau Toba pada khususnya. Sebagai pelajar kami juga ingin mempersembahkan prestasi yang terbaik untuk sekolah dan bangsa. Kami berharap dengan adanya ekspedisi ini dapat menumbuhkan minat para pelajar terutama anggota pencinta alam akan olahraga air dan kecintaan terhadap Indonesia sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia,” tutur Argi Nurfajri selaku ketua Ekspedisi Kayak Pelajar Indonesia 2 – URaL SMAN 28 Jakarta.

Ekspedisi ini menjadi media bagi URaL SMAN 28 Jakarta untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai pencinta alam khususnya di bidang kayaking, serta dengan mengadakan aksi bersih-bersih sampah plastik bersama masyarakat dan pelajar di Pulau Samosir dalam rangka mengkampanyekan isu bahaya sampah plastik. Selain itu juga untuk mengangkat nilai-nilai budaya yang ada di Pulau Samosir diadakan pula kegiatan sosiologi pedesaan. Tim Sosiologi Pedesaan terdiri dari Kayten Sadewo, Safira Diva Syaharani dan Rakha’ Ayu Rengganis. Mereka juga didukung oleh tim support yang terdiri dari Kevin Raihan Yassin, Naifa Vania Aribah, Nathania Andine Nariswari dan Sekar Ayu Kencana Wulan dengan dua orang pendamping Saleh Alatas dan Nila Kusumawardhani.

URaL 28 adalah organisasi kepencintaalaman yang berdiri di SMAN 28 Jakarta sejak tahun 1982. Selama 37 tahun sejak berdirinya, URaL 28 telah melahirkan 38 angkatan dengan anggota kurang lebih 900 orang. URaL 28 memiliki 3 spesialisasi keahlian yaitu Grup 1 fokus pada penjelajahan gunung hutan, rock climbing dan caving. Grup 2 fokus pada danau, sungai, dan laut. Terakhir Grup 3 fokus pada sosiologi pedesaan dan masyarakat sekitar. Ketiga grup ini kemudian diwujudkan menjadi Udara, Rimba, Laut yang disingkat menjadi URaL 28.

Julie Indahrini

You might also like