Dugaan Adanya Pengaturan Lelang Proyek Gedung Rektorat UBB Berbuntut Panjang

 

Jakarta, Forumkeadilan.com – Dugaan adanya pengaturan pemenang lelang proyek gedung rektorat Universitas Bangka Belitung (UBB) yang sempat menjadi trend topik dalam pemberitaan di beberapa media online lokal dan nasional ternyata berbuntut panjang.

Setelah sempat mendapat sorotan publik Kepulauan Bangka Belitung, kabar dugaan adanya pengaturan pemenang dalam lelang proyek gedung rektorat UBB, kini kembali disorot oleh Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran (BPI KPNPA) RI.

Melalui ketuanya, Tubagus Rahmad Suhendar SH menyatakan secara tegas akan menindak lanjuti laporan adanya dugaan oknum yang ‘diputar’ meminta Panitia Lelang menitipkan rekanannya agar di menangkan dalam mendapatkan tender proyek tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Rahmad Sukendar di Jakarta setelah mengikuti Upacara HUT POLRI di Monumen Nasional, Rabu (10/7/2019).

Tubagus mengatakan BPI KPNPA RI akan meneruskan laporan masyarakat yang merasa dirugikan itu kepada Mabes Polri atau Kejaksaan Agung,  jika para pengusaha di daerah menemukan kejanggalan terkait Lelang Proyek di daerahnya.

Tubagus yang kesehariannya mondar mandir di Mabes Polri dan Kejagung ini meminta para pengusaha di daerah untuk menyampaikan  pengaduan resmi di sertai bukti- bukti yang kuat kepada Kajati dan Kapolda setempat dan disertai tembusan  kepada BPI KPNPA RI.

“Satgas Anti Pungli dan Tipikor BPI KPNPA RI akan segera menindak lanjuti setiap laporan yang masuk terkait adanya Grativikasi dan Korupsi karena semua pengusaha dan panitia lelang pasti mengetahui bahwa Lelang itu sipatnya terbuka , pemenangnya pun terbuka. Didalam pelaksanaan disesuiakan dengan standar yang sudah ditentukan dan kalau tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan dalam pelaksanaannya maka dapat di katagorikan ada dugaan tindak pidana korupsi dan itu akan BPI KPNPA RI teruskan laporan itu kepada Mabes Polri dan Kejaksaan Agung”, tegas Rahmad kepada wartawan, Rabu (10/7) kemarin.

Terkait tersiarnya kabar adanya dugaan oknum aparat penegak hukum (APH) di Babel yang berupaya melakukan intervensi kepada Pokja maka menurut dia, hal tersebut harus di sikapi dan diawasi. Sebab tender itu bersifat terbuka dan bila ada ditemukan pelanggaran serta intimidasi maka masyarakat diminta untuk melaporkan ke pihak penegak hukum daerah atau kepada BPI KPNPA RI.

”Kami minta dilaporkan saja kepada penegak hukum di daerah atau bisa sampaikan kepada BPI KPNPA RI dan kami akan lanjutkan kepada pihak yang  berwenang di pusat,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, proyek pembangunan peningkatan gedung rektor Universitas Bangka Belitung (UBB) senilai Rp.9,4 miliar tahun anggaran APBD 2019 yang saat ini sedang dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kabarnya akan dilelang ulang jika calon pemenang tidak berhasil mendapatkan tender proyek tersebut.

“Pasca pemberitaan di beberapa media terkait dugaan adanya pengaturan  penentuan pemenang lelang proyek pembangunan gedung rektorat UBB, kabarnya tim Pokja pecah dan bahkan ada yang mengundurkan diri. Namun intervensi oknum APH terhadap Pokja masih kuat agar rekanannya tetap dimenangkan. Kalau tidak lelang akan dibatalkan,” ungkap sumber yang minta namanya tidak dipublikasikan belum lama ini.

Diketahui sebelumnya, jika peserta lelang
Proyek Pembangunan Peningkatan gedung Rektor UBB ada tiga peserta yakni :
1. CV Ananta dengan harga terkoreksi Rp. 8.980.336.751.83.
2. CV Serentil dengan harga terkoreksi Rp. 9.168.497.675.30
3. CV Panca Marga dengan harga terkoreksi Rp. 9.176.426.944.02.

Hingga berita ini diturunkan, forumkeadilan.com masih dalam upaya konfirmasi ke pihak APH (aparat penegak hukum, red) yang dimaksud. (Red)

You might also like