Terlibat Penupuan, Caleg Nasdem Mulai Diadili

Mantan Kepala Desa (Kades) Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik yang juga Caleg Nasdem Mahmud, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Kamis (13/06/219).

Mahmud diseret ke ‘meja hijau’ karena terjerat kasus penipuan, dan pemalsuan dokumen jual beli tanah yang dilaporkan oleh PT Bangun Sarana Baja (BSB) dengan nomor 444/IV/2018/UM/SPKT, pada Rabu 11 April 2018.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Putu Gde Hariadi, SH juga dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) Lilla, dan Yurifa Prihasti, SH. Akhirnya ditunda minggu depan dengan dakwaan pembacaan eksepsi.

“Sidang ditunda minggu depan,” ujar Putu Gde Hariadi mengetuk palu sidang.

Menanggapi hal ini pengacara hukum terdakwa Michael Harianto, SH mengatakan, terkait dengan kasus yang menimpa klien sebenarnya lebih mengarah ke perdata bukan pidana. Pasalnya, ada perjanjian dari PT BSB yang seharusnya memberikan dana dalam jual beli tanah.

“Total dalam jual beli itu nilainya mencapai Rp 80 miliar, sementara yang sudah dibayarkan Rp 15 miliar. Dari situ ada perjanjiannya serta kerjasama dan ini harus dibuka demi menegakkan hukum,” ungkapnya.

Atas dasar itu lanjut Michael, dirinya mengajukan keberatan kasus yang menimpa kliennya. Sebab, dakwaan yang ditujukan ke kliennya tidak lengkap.

“Kami mengajukan keberatan ke majelis hakim,” ujarnya.

Sebelum sidang digelar, puluhan warga Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Gresik mendatangi kantor PN Gresik. Mereka menuntut supaya kasus mafia tanah diberantas. Dengan membawa beberapa spanduk warga siap mengawal persidangan kasus mafia tanah yang terjadi di daerahnya

You might also like