Polisi Masih Mencari Penembak Misterius Di Aksi 22 Mei

Pelaku pembunuhan terhadap korban dalam kerusuhan 21-22 Mei masih menjadi misteri. Polisi masih juga belum mengungkapkan siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan siapa pihak yang harus bertanggung jawab masih dalam pendalaman. Tim investigasi kerusuhan 21-22 Mei, kata dia, masih bekerja.

“Siapa yang bertanggung jawab ya tergantung dengan proses investigasi itu,” kata Iqbal di Mabes Polri, Kamis (13/6).

Termasuk ungkapnya, bagaimana dengan hasil autopsi para korban yang meninggal dalam kerusuhan. Semuanya kata Iqbal akan dijelaskan secara terang benderang oleh tim investigasi. Apakah seluruh korban meninggal karena luka tembak dan siapa pelaku penambakan tersebut.

“(Korban meninggal) Seperti (terkena) luka tembak itu akan dirangkumkan oleh tim investigasi,” ucapnya.

Sampai saat ini, Iqbal kembali menegaskan bahwa tim investigasi yang dipimpin oleh Irwasum Mabes Polri masih sedang bekerja. Bahkan, kata dia, tim juga berkoordinasi dengan Komnas HAM dan Ombudsman dalam mengungkap seluruh peristiwa yang terjadi dalam aksi 21-22 Mei.

“Nanti (terungkap) terang benderang. Polri tidak bekerja sendiri, ada lembaga-lembaga independen (yang juga melakukan investigasi),” ucapnya.

Saat ditegaskan kembali terkait pernyataan polisi yang menyebutkan bahwa korban meninggal dalam aksi 22 Mei merupakan bagian dari perusuh, Iqbal mengaku memang belum menjelaskan secara detail terkait apa pun mengenai korban. Termasuk bukti-bukti yang dimiliki penyidik sehingga menduga bahwa korban meninggal adalah bagian dari kelompok perusuh.

“Bahwa korban diduga bagian dari perusuh, (buktinya apa?) ya nanti.

Saya sejak pertama sampai detik ini memang belum menyampaikan detail soal korban, kenapa? Karena tim (investigasi) sedang bekerja. Jadi tidak ada niat untuk menutup-nutupi,” kata Iqbal.

Seperti diketahui, dalam konferensi pers di Menko Polhukam pada Selasa (11/6), Iqbal menyebutkan bahwa korban yang meninggal dunia adalah dari kelompok massa perusuh, bukan dari peserta aksi unjuk rasa maupun pedagang.  Sebanyak sembilan orang yang meninggal dunia dalam kerusuhan yang terjadi di beberapa tempat saat aksi 21-22 Mei.

“Itu harus diketahui publik bahwa yang meninggal itu dari massa perusuh, bukan dari masa ibadah dan berjualan. (Makanya) bapak Kapolri membentuk tim yang diduganya dari massa perusuh,” kata Iqbal.

You might also like