PELECEHAN SEKS ANAK

Penahanan Ditangguhkan, Politisi PAN Musofa Janji Tak Ulangi Perbuatannya

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan pertimbangan Polri menyetujui penangguhan penahanan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya. Salah satunya karena politikus Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, yang menjadi penjamin penangguhan tersebut.

“Ada Pak Dasco yang memberikan jaminan. Lalu kedua ada permohonan penangguhan juga kan dari yang bersangkutan melalui kuasa hukumnya,” kata Dedi di kantornya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/6).

Sebelumnya, istri politikus partai PAN itu juga telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Tapi, penyidik baru mengabulkan penangguhan penahanan ini setelah Sufmi mengajukan diri sebagai penjamin. Ini karena sebagai penjamin, posisi jabatannya lebih tinggi dari Mustofa.

Dedi menerangkan, penangguhan diberikan setelah Mustofa membuat surat pernyataan yang berisikan perjanjian bahwa dia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Ia juga berjanji tidak akan menghilangkan barang bukti.

Dalam masa penangguhan ini, ia harus tetap menjalani wajib lapor setiap Senin dan Kamis. “Tidak menghilangkan barang bukti dan mengikuti proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Dedi.

Sebelumnya, kepolisian telah mengabulkan penangguhan penahanan terhadap Mustofa Nahrawardaya. Ia keluar dari gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jakarta Selatan, siang ini.

“Akhirnya kami hari ini ditangguhkan penahanannya. Ya kami sangat bersyukur, nanti di pengadilan kita akan uji di sana. Yang jelas kami sudah sampaikan semua ke penyidik,” ujar Mustofa di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6).

Setelah penahanannya ditangguhkan, Mustofa akan melakukan ceramah dan Idul Fitri dan memeriksa kesehatan ke rumah sakit. Ia menuturkan, tidak ada syarat tertentu dari kepolisian terkait dengan penangguhannya ini.

“Namanya penangguhan, ya nggak boleh lari, meninggalkan Indonesia, ya nggak boleh lah. Nggak boleh kita melakukan kejahatan lainya. Pokoknya nggak boleh melakukan pidana. Kita menghormati aturan itu,” kata dia.

Mustofa Janji Tak Ulangi Perbuatannya

Pengacara Mustofa, Djuju Purwantoro, mengatakan pertimbangan dari pihak kepolisian dalam mengabulkan penangguhan penahanan politikus PAN tersebut adalah normatif. Mustofa berjanji untuk tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak melarikan diri selama proses penangguhan tersebut.  Di samping itu, ada penjamin dari Sufmi Dasco Ahmad yang juga merupakan anggota Komisi III DPR RI.

Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam KUHAP, menurutnya, seorang tersangka memiliki hak untuk mengajukan penangguhan penahanannya. Saat ini, kata dia, baru Mustofa dan Lieus Sungkharisma yang telah dikabulkan penangguhannya.

“Pertimbangan pengabulan penangguhan penahanan ini hanya merupakan subyektivitas dari pihak penyidik, pertimbangan penyidik apakah memenuhi syarat atau dasar seseorang ditangguhkan,” kata Djuju saat dihubungi wartawan Selasa (4/6).

Ia mengatakan, penangguhan ini berarti hanya sementara. Menurutnya, proses penyidikan bisa diteruskan. Kecuali jika surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dikeluarkan oleh kepolisian.

“Selama 20 hari ke depan, penyidik akan mempertimbangkan apakah dilanjutkan pemeriksaan atau dihentikan, tergantung buktinya lemah atau tidak,” tambahnya.

Sementara itu, Djuju mengungkapkan bahwa tersangka lainnya dari BPN seperti Eggy Sudjana dan Kivlan Zein juga telah diajukan permintaan penangguhannya. Meskipun, ia tidak mengatakan bahwa keduanya akan ditangguhkan penahanannya juga dalam waktu dekat. “Akan diterima tidak tahu, tapi sedang diproses oleh kepolisian,” ujarnya.

Sebelumnya, Mustofa telah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian berdasarkan SARA dan menyebarkan hoaks melalui media sosial.

Mustofa ditangkap karena kicauan soal video viral sekelompok anggota Brimob mengeroyok warga di depan Masjid Al Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (23/5). Menurut keterangan polisi, cicitan Mustofa tidak sesuai fakta.

Dalam surat penangkapan bernomor SP.Kap/61/V/ 2019/Dittipidsiber, Mustofa dijerat Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

 

You might also like