Kantor Polsek Batin XXIV Dirusak Massa

Batanghari Jambi – Forumkeadilan.com. Gara-gara menyelamatkan tersangka pelaku pembunuhan Gun Harapan (Ketua DPC PPP), Kantor Polsek Batin XXIV Kabupaten Batanghari Jambi jadi korban amuk massa. Sejumlah ruangan kaca hancur, dilempari batu.

Kapolres Batanghari AKBP Mohamad Santoso kepada wartawan Rabu (26/6/2019) menjelaskan. Peristiwa itu terjadi, berawal dari ulah tersangka Ibrahim (30), warga Desa Marosebo, Batanghari menyatroni rumah Gun Harapan, yang juga Ketua DPC PPP.

Tersangka (Ibrahim) masuk ke rumah korban (Gun) melewati ventilasi jendela, dengan cara merusak jeruji besi di jendela itu. Rupanya aksi tersangka ini diketahui oleh Istri korban, dari jejak kaki pelaku yang menempel di dinding rumah korban.

Kemudian, jejak kaki pelaku yang terkena lumpur tanah itu di teselusuri oleh Istri bersama korban. Akhirnya diketahui pelaku Ibrahim sedang bersembunyi di bawah kolong tempat tidur, ruang tamu rumah korban. Hingga terjadi perkelahian, antara pelaku dengan korban.

Kapolda, Kapolres dan Dandim Batanghari, ketika meninjau lokasi kejadin. (Foto- Ist)

Dalam perkelahian itu, korban mengalami luka gores senjata tajam dibagian dada dan luka memar di bagian kepala korban, hingga dilarikan ke Puskesmas Durian Luncuk, pada hari sabtu pagi itu, jam 07.30 wib. Sedangkan pelaku, diamankan warga dan dibawa ke Polsek Batin XXIV.

Massa berdatangan ke tempat kejadian perkara di rumah korban, atas teriakan suara istri korban yang berteriak meminta tolong. Pelaku pada saat itu masih sedang duel bergumel dengan korban, sehingga dengan mudahnya ditangkap massa.

Sekira pukul 09.30 wib, kondisi korban yang mengidap penyakit jantung ini ngedrop dan akhirnya meninggal dunia, di Puskesmas Durian Luncuk. Mendapat kabar korban meninggal dunia, massa langsung mendatangi Mapolsek Batin XXIV, dan meminta pihak kepolisian menyerahkan pelaku, untuk dihakimi massa.

Namun permintaan massa pada pukul 11.00 wib hari Sabtu (22/6).itu ditolak oleh pihak Polsek Batin XXIV. Massa yang merasa kesal, kemudian emosi, dan melakukan pengrusak an fasilitas Mapolsek, dan sejumlah kendaraan dinas Polisi.

Untuk mencegah berlanjutnya amuk massa, tersangka pelaku Ibrahim dipindahkan, dari Polsek Batin XXIV, ke Polres Batanghari, Minggu (23/6). Sedangkan lima orang yang diduga pelaku pengrusakan kantor Mapolsek tersebut, sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Garis Polisi, ketika dipasang pada Mapolsek Batin XXIV, atas amuk massa. (Foto- Ist)

Kapolres Batanghari AKBP Mohamad Santoso, lebih lanjut menjelaskan. Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu diantaranya adalah Berinisial AR (16), AK (16), MF (15), dan HA (15). Tidak ditahan, terkecuali RS (46), yang ditahan.
Empat orang yang dijadikan tersangka, namun tidak ditahan, karena masih dibawah umur, dan statesnya masih pelajar. Penangkapan mereka dilakukan oleh tim gabungan dari Direktorat Kriminal Umum Polda Jambi beserta Polres Batanghari, di rumah kediamannya masing-masing, tanpa perlawanan.

“Selain RS (46), yang ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahan oleh Polisi, tim gabungan juga terus melakukan penyelidikan, untuk mengetahui siapa pelaku utamanya,” kata Kapolres Batanghari AKBP Mohamad Santoso.  Pasca pengrusakan Mapolsek Batin XXIV oleh warga sekitar, aktivitas pelayanan di Mapolsek kembali berjalan seperti semula. “ Kondisi Mapolsek saat ini sudah aman dan terkendali. Sekarang aktivitas sudah berjalan seperti biasa,” ujar AKBP Mohamad Santoso. (Djohan)

You might also like