PELECEHAN SEKS ANAK

Guru Dibunuh, Polisi Kejar Suami Siri

 

Warga Kelurahan/ Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Senin siang (17/6) geger. Itu setelah warga setempat ditemukan tewas di rumahnya. Diduga kuat, korban meninggal tak wajar. Sejumlah barang berharga milik korban pun diketahui amblas.

Korban nahas itu diketahui bernama Endang Sukeni (59). Sehari-harinya, Endang diketahui merupakan seorang guru Bimbingan Konseling (BK) di SMAN 1 Leces, Kabupaten Probolinggo.

Informasi yang dihimpun, Endang ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya, sekitar pukul 10.30. Yang menemukan pertama kali adalah tetangga yang merupakan teman anak korban bernama Tommy Ramadhan.

Korban ditemukan di kamar lantai bawah. Saat ditemukan kondisi jenazah korban mengeluarkan darah dari hidung dan pada leher korban ada luka lebam seperti bekas cekikan.

Dduga  Endang tewas jadi korban perampokan. Sebab, sejumlah barang berharganya juga amblas. Yakni HP dan tas yang berisi sejumlah uang. Namun, mobil yang diparkir di rumahnya masih ada di garasi.

Kapolsek Wonoasih Kompol Sukatno membenarkan adanya sejumlah barang milik korban yang hilang. “Namun belum diketahui berapa duit yang ada di dalam tas itu,” jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Ditemukannya jenazah korban sendiri bermula dari sejumlah guru di SMAN Leces yang tak bisa menghubungi korban. Sejumlah guru itu lantas menghubungi Hendra, anak korban yang juga menjadi guru.

Lantaran Hendra saat itu juga mengajar, ia pun meminta temannya Tommy yang juga merupakan tetangga korban untuk mengecek. Saat itulah diketahui korban meninggal

Polisi secara maraton bergerak mengungkap misteri pembunuhan Endang Sukeni, (59), guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA N. 1 Leces, warga JL. Anggur, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin (17/6/2019) siang.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Nanang Fendi mengungkapkan, selain meminta keterangan sejumlah pihak, anggotanya juga melakukan pencarian (As) disebut-sebut suami sirri korban.

Sebab, saat peristiwa terjadi, (As) tak diketahui keberadaannya. “Ya semua kita mintai keterangan. Anggota di lapangan juga sedang menyisir posisi As dimana. Namun penyelidikan belum bisa mengarah ke siapa siapa,” tandasnya.

Sementara terkait info bahwa ponsel korban terdeteksi di wilayah Pasuruan, juga dibenarkan oleh Nanang. “Ya. Kita dalami semuanya. Benar ponsel korban beberapa jam terakhir di off-kan seseorang di wilayah Pasuruan. Siapa mematikan masih kita dalami,” pungkas Nanang.

Sementara petugas kamar mayat RSUD dr. Mohammad Saleh, Kota Probolinggo, yang wanti-wanti namanya tidak ditulis mengatakan, pada jenazah terdapat bekas cekikan di leher, lidah korban juga menjulur dan darah mengalir dari hidung. “Kalau wajah bengkak mungkin karena efek cekikan di leher,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Endang Sukeni, (59), guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA N. 1 Leces, warga JL. Anggur, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya, Senin (17/6/2019) siang.

Polisi menduga, korban dibunuh. Sedang motif pembunuhan masih didalami. Jasad korban ditemukan sekira jam 10:30 WIB. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), menyebutkan, tas dan ponsel milik korban hilang

You might also like