PELECEHAN SEKS ANAK

Direktur Pascasarjana IAIN Lhokseumawe Bantah Peras Mahasiswa

 

Pada tanggal 14 Juni 2019 situs www.forumkeadilan.com menurunkan berita dengan judul: “Direktur Pascasarjana IAIN :Lhojseumawe Diduga Peras Mahasiswa”.

Atas pemberitaan tersebut Direktur Pascasarjana IAIN Lhokseumawe Dr. Danial, M.Ag menyampaikan bantahan sebagai bentuk hak jawab. Berikut bantahan dan penjelasan Dr. Danial M.Ag:

1. Direktur Pascasarjana tidak pernah memeras seorang mahasiswapun apalagi sampai dengan jumlah ratusan mahasiswa di Pascasarjana IAIN Lhokseumawe untuk hal apapun apalagi untuk kepentingan pribadi.

2. Menurut Buku Pedoman Pendidikan yang berlaku di Pascasarjana IAIN Lhokseumawe, tugas pembimbing adalah membimbing isi, metodologi, bukan menyelaras bahasa.

3. Apa yang dilakukan oleh Pascasarjana adalah hasil rapat rutin pimpinan tertanggal 11 Agustus 2017 tentang evaluasi dan peningkatan kualitas karya ilmiah Tesis Mahasiswa Pascasarjana IAIN Lhokseumawe, yang salah satu poinnya adalah setiap mahasiswa wajib menyelaraskan bahasa (Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris) kepada ahli bahasa agar karyanya lebih berkualitas.

Direktur Pascasarjana IAIN Lhokseumawe Dr. Danial, M.Ag (kanan)

 

4. Penyelarasan bahasa bagian dari upaya peningkatan kualitas karya ilmiah mahasiswa dan masuk dalam borang Pascasarjana IAIN Lhokseumawe serta mendapatkan apresiasi dari asesor pada saat asesment lapangan di setiap program studi. Hal ini termasuk bahagian dari Indikator Kinerja Perguruan Tinggi di bidang penelitian/tugas akhir mahasiswa. Selain itu, dalam upaya menjamin keaslian dan peningkatan kualiatas karya ilmiah mahasiswa pascasajana melakukan uji plagiasi, penetapan pembimbing sebelum seminar proposal tesis (agar proposal lebih terarah sebelum seminar), diskusi rutin setiap hari Jumat tentang pendalaman metodologi penelitian dan keilmuan program studi serta upaya-upaya peningkatan kapasitas dosen pada Pascasarjana. Dengan berbagai kegiatan di atas hasil evaluasi pimpinan, kualitas tesis mahasiswa mengalami peningkatan yang signifikan.

5. Dr. Hamdani, MA mundur sebagai Ka. Prodi KPI bukan karena masalah tidak setuju tentang  “penyelarasan” tersebut, tetapi karena alasan lain sebagaimana tercantum dalam surat pengunduran diri beliau yang ditujukan kepada Rektor IAIN Lhokseumawe.

6. Penyelarasan bahasa tidak hanya dikenal dalam penulisan karya ilmiah namun juga dalam penyusunan naskah peraturan perundang-undangan dan lain sebagainya.

Hal-hal yang ditulis dalam pemberitaan “Direktur Pascasarjana IAIN Lhoseumawe Diduga Peras Mahasiswa, secara khusus dapat merugikan dan mencemarkan nama baik pribadi Direktur Pascasarjana IAIN Lhokseumawe.

Terkait dengan hal tersebut, kami atas nama Pascasarjana IAIN Lhokseumawe memberikan informasi. Oleh karena itu, kami meminta kepada pimpinan redaksi Forum Keadilan untuk melakukan klarifikasi sehubungan dengan pemberitaan tersebut. Hal ini sebagai bentuk untuk melayani hak jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Demikian Kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya  kami ucapkan terima kasih. Kami berharap agar hubungan dan silaturrahmi Pascasarjana khususnya dan Lembaga IAIN Lhokseumawe pada umumnya dengan Media Forum Keadilan ke depannya menjadi lebih baik.

 

You might also like