Direktur Pasca Sarjana IAIN Lhokseumawe Diduga Peras Mahasiswa

Direktur Pasca Sarjana IAIN Lhokseumawe-Aceh Utara Dr Danial MAg dituding memeras ratusan mahasiswa Pasca Sarjana dengan dalih uang Penyelerasan bahasa untuk tesis sebesar Rp 600 ribu hingga Rp 1.000.000 per tesis. Padahal tesis yang dibuat mahasiswa tersebut sudah diperiksa oleh dosen pembimbing yang juga seorang Doktor.

T Faisal, seorang mahasiswa Pasca Sarjana IAIN Lhokseumawe kepada media ini menyebutkan,alasan dugaan pemerasan yang dilakukan oknum direktur pasca sarjana sangat tidak masuk akal. Para mahasiswa diwajibkan membayar biaya penyelerasan bahasa dari tesis yang dibuat mahasiswa. Padahal tesis tersebut sudah diperiksa oleh dosen pembimbing yang tingkat kemampuannya ditengarai lebih dari Dr Danial

Ironisnya, uang yang dikutip dari kalangan mahasiswa empat Prodi (Program Studi) masing masing Prodi Pendidikan Islam (PAI), Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dengan jumlah masiswa lebih dari seratusan orang per-tahun diduga mencapai ratusan juta pertahun, dan disinyalir dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi oknum direktur.

Sumber lain yang berasil dihimpun media ini di rektorat IAIN Lhokseumawe menyebutkan, kutipan uang dengan dalih untuk penyelerasan bahasa yang dilakukan Oknum Direktur Pasca Sarjana Dr Danial MAg tidak ada dalam aturan. Ini resmi kebijakan sepihak yang dilakukan Direktur Pasca Sarjana. Ironisnya kutipan yang dilakukan sejak tahun 2017 tersebut, walaupun sangat memberatkan mahasiswa namun tetap dilakukan sampai saat ini.

Bahkan tidak ada satu suratpun yang dikeluarkan Rektor IAIN Lhokseumawe,Dr Hafifuddin yang menghalalkan pengutipan tersebut, sehingga terjadinya kutipan uang haram yang dilakukan Oknum Direktur menjadi perbincangan hangat dikalangan akademisi dan  mahasiswa pasca sarjana intitusi pendidikan peradaban Islam tersebut.

Ketua Program Studi (Prodi) KPI IAIN Lhokseumawe Dr Hamdani AG MAg kepada media ini membenarkan adanya kutipan yang memberatkan kalangan mahasiswa yang dilakukan oknum Direktur Pasca Sarjana.

“Saya sudah berulang kali memprotes kebijakan tersebut,karena itu merupakan perbuatan melawan hukum, juga memberatkan mahasiswa,tapi tidak pernah di gubris dan tetap dilakukan dengan kutipan yang mencapai Rp.600 hingga Rp 1 juta per-tesis/mahasiswa,” katanya.

Menurut Dr Hamdani, poin dari protes yang dilakukan terhadap kutipan yang dilakukan Oknum Direktur Pasca sarjana tersebut, dirinya langsung mengundurkan diri dari ketua Prodi KPI. ”Saya tak mau menjadi korban akibat kebijkan Direktur yang melakukan kutipan diluar aturan itu, sehingga saya langsung buat surat pengunduran diri dari jabatan ketua Prodi,” ujar Hamdani AG MAg.

Sementara itu, Kabag perencanaan IAIN Lhokseumawe Dr M Nazar MHum yang dikonfirmasi Kamis (13/6/2019) via ponselnya mengakui kalau Dr Hamdani sebagai ketua Prodi KPI Pasca Sarjana mengundurkan diri dari jabatannya. “Saya dengar pak Hamdani sudah mengundurkan diri, tapi poinnya saya tidak tahu alasannya,coba besok saya cek dulu kenapa,” kata M Nazar.

Terkait kutipan biaya Penyelerasan bahasa yang dilakukan Direktur Pasca Sarjana, M Nazar tidak mengetahui secara resmi. ”Itu saya tidak mengerti, karena saya tidak di pasca, saya di Rektorat, jadi masalah disana saya kurang faham,” tutup Nazar.

Direktur Pasca Sarjana IAIN Lhokseumawe, Dr Danial MAg yang dihubungi Kamis (13/6/2019) malam melalui ponselnya berkali-kali engan mengangkat Hp-nya,kendati nada panggil ponselnya dalam posisi aktif. (54-YU)

You might also like