KPK IKLAN

Aksi Bom Bunuh Diri Di Pos Polisi Kartasura, Pelaku Masih Hidup

Sebuah bom meledak di Pos Polisi Kartasura pada Senin malam, 3 Juni 2019. Bom tersebut disinyalir sebagai bom bunuh diri.

Seorang saksi yang kebetulan berada di sekitar Tugu Kartasura mendengar ledakan keras. Saat dia masih bingung, dari arah ledakan tersebut telah tergeletak seorang pria.

Saksi bernama Adi tersebut berhenti sebentar untuk melihat situasi sekitar. Namun jantungnya masih berdebar-debar dan perasaannya tidak karuan.

“Saya belum pernah liat bom kayak gitu, mas. Ngeri, liat orang kayak gitu,” tuturnya.

Adi memilih melihat dari jauh untuk mengantisipasi hal-hal yang lebih buruk. Orang-orang di sekitarnya juga memilih bersikap serupa.

“Jangankan mendekat (untuk menolong), melihat saja masih was-was. Masih trauma dengan suara ledakan tadi,” katanya dengan terbata-bata karena masih tergoncang .

Setelah kepolisian mengamankan lokasi dan masyarakat sekitar berdatangan, Adi memilih meninggalkan tempat tersebut.

Saat bom tersebut meledak, pria yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di Kota Kudus itu sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya di Wonogiri.

Tak ada polisi yang mengalami luka akibat serpihan bom. Saat kejadian, sebagian polisi yang bertugas berada di dalam Pospam Bundaran Kartasura.

Kondisi tubuh pelaku menderita luka cukup parah di bagian perut yang sobek. Kendati mengalami luka parah, pelaku masih hidup saat dievakuasi polisi. Pelaku dibawa polisi menuju arah selatan atau Jogja.

Terduga pelaku  saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Prof Awaludin Djamin atau RS Bhayangkara, Kota Semarang.

Pelaku Permah Hilang

Terduga pelaku bom Pos Pantau Polres Sukoharjo di simpang Kartasura Rofik Asharudin (22) dilaporkan pernah hilang selama beberapa waktu hingga harus dicari oleh keluarganya.

“Sempat hilang, tahun kemarin kalau tidak salah,” kata Ketua RT 01/ RW 02 Kranggan Kulon, Wirogunan, Kabupaten Sukoharjo, Joko Suwanto, ketika ditemui usai olah tempat kejadian di rumah pelaku di Kampung Wirogunan, Selasa (4/6).

Namun, lanjut dia, Rofik kemudian pulang kembali ke rumah dengan sendirinya. Dari informasi warga, kata dia, Rofik diduga pergi bersama teman-temannya selama menghilang dari rumah.

Joko mengakui adanya perubahan atas perilaku sehari-hari Rofik selama di lingkungannya. Namun menurut dia, perubahan perilaku itu sudah terjadi sejak sebelum Rofik menghilang.

Ia menyebut Rofik diketahui berubah usai lulus MAN yang kemudian bekerja di Kota Solo. Ia sendiri tidak mengetahui pergaulan Rofik bersama teman-temannya di Solo itu.

Penggeledahan Rumah Pelaku

Sejumlah barang yang diduga bahan kimia dan peralatan elektronik diamankan dari rumah terduga pelaku bom bunuh diri di Pos Pantau Polres Sukoharjo di simpang Kartasura, Rofik Asharudin (22) di Kampung Kranggan Kulon RT01/RW02, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

“Yang semalam ada semacam bahan kimia, kemudian peralatan elektronik dan baterai,” kata Ketua Ketua RT 01/ RW 02 Kranggan Kulon, Wirogunan, Joko Suwanto, usai mendampingi petugas saat penggeledahan, Selasa (4/6).

Namun, Joko belum bisa memastikan kandungan benda diduga bahan kimia yang diamankan itu. Sementara dari olah TKP lanjutan hari ini, kata dia, petugas juga kembali membawa sejumlah barang-barang dari rumah pelaku.

“Ada beberapa wadah, sisa penggeledahan kemarin yang mungkin belum sempat dibawa,” katanya.

Ia menambahkan sejumlah barang-barang tersebut ditemukan di kamar pelaku.

Sementara itu, Kepala Dusun Wirogunan Bayan Sudalmanto yang juga hadir dalam olah TKP tersebut juga melihat beberapa sak bubuk yang dibawa dari rumah pelaku. Namun, Sudalmanto belum bisa memastikan isi barang-barang tersebut.

“Masih tertutup, tidak dibuka,” katanya.

Atas olah TKP yang sudah dilakukan tersebut belum ada keterangan resmi dari kepolisian.

You might also like