PELECEHAN SEKS ANAK

Tiga Pencuri Kotak Amal Di Musholla Al Ikhlas Sawangan Berhasil Dibekuk

Jajaran Polsek Sawangan berhasil menguak pencurian kotak amal di Masjid Al Ikhlas RT5/9, Kelurahan Pengasinan, Sawangan. Sebelumnya dari hasil rekamanan CCTV, terdapat tiga pelaku pencuri mengambil kotak amal. Mereka kabur mengendarai motor jenis matic.

Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo mengatakan, Polsek Sawangan berhasil mengembangkan pelaku pencurian kotak amal yang terjadi di Masjid Al Ikhlas Perumahan BSI II Pengasinan.

Pada Kamis (9/5) sekitar pukul 18:15 WIB, sejumlah saksi menemukan kotak amal berada didalam kamar mandi masjid, setelah ditelisik isi kotak amal tersebut dalam kondisi kosong.

“Peristiwa tersebut dilaporkan ke DKM Masjid Al Ikhlas,” ujar Prasetyo kepada wartawan , Jum’at (10/05/2019).

Prasetyo menjelaskan, DKM Masjid Al Ikhlas melakukan pengecekan terhadap jumlah kotak amal yang berada didalam masjid, didapati kotak amal masjid berkurang satu buah.

Menghilangkan rasa penasaran, DKM Masjid melakukan pemeriksaan CCTV dan didapati tiga pelaku yang melakukan pencurian kotak amal Masjid Al Ikhlas.

Atas peristiwa tersebut, DKM Masjid Al Ikhlas memberikan laporan ke Polsek Sawangan.

Atas laporan tersebut, lanjut Prasetyo Polsek Sawangan bergerak cepat melakukan olah TKP dan melihat secara terperinci rekaman CCTV Masjid Al Ikhlas.

Berkat rekaman tersebut, Polsek Sawangan berhasil menangkap tiga pelaku yakni BP (16), AR (16), dan AK (16) di lingkungan RT1/8, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan.

“Ketiga pelaku masih dibawah umur dan kami masih melakukan penyelidikan,” terang Prasetyo.

Dari tangan ketiga pelaku, sambung Prasetyo mengamankan barang bukti berupa uang pecahan dengan nominal Rp10 ribu, Rp5 ribu, dan Rp2 ribu sejumlah Rp436 ribu. Polsek Sawangan tengah melakukan pencarian barang bukti lainnya yang digunakan pelaku saat melaksanakan aksinya mencuri Kota Amal Masjid Al Ikhlas.

“Ketiga Pelaku diancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan hukuman maksimal lima tahun penjara,” tutup Prasetyo.

 

You might also like