PELECEHAN SEKS ANAK

Tanpa Ampun Brimob Tembak Warga Negeri Latu 1 Tewas

Latu-SBB, Maluku, Forumkeadilan.com – Tanpa ampun. Pasukan Detasemen B Pelopor Brimob Amahai, Maluku, langsung menembak Sulaiman Patty (40), petani, warga Negeri Latu seperti mereka punya hak untuk itu.

Korban adalah salah satu dari warga Negeri Latu, Kecamatan Ama Latu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang hendak menghalau dua truk berisi pasukan Brimob yang baru tiba dari Masohi.

Ketika terjadi adu mulut antara Brimob bersama warga, tiba-tiba keluar tembakan berentet 5 kali dari jarak 15 meter oleh pasukan Brimob dari truk kedua ke arah warga.

“Seketika itu pula, Sulaiman Patty langsung tersungkur. Ia tewas di tempat,” ungkap Muhammad Patty (41), warga Latu kepada FORUM Keadilan.

Nada haru dan kaget juga keluar dari mulut Bupati SBB M Yasin Payapo atas insiden tersebut. Padahal, dua hari sebelumnya, ia bersama pejabat Negeri Latu, Hualoy dan Tomalehu berbuka puasa di Kota Ambon.

“Saya kaget dengar insiden itu. Katanya ada satu warga Latu yang meninggal, saya sedih. Padahal hari lalu saya ada buka puasa bersama pejabat negeri Latu, Hualoy dan Tomalehu dan stafnya di kota Ambon,” demikian Bupati Yasin kepada FORUM.

Selain korban meninggal bernama Sulaiman Patty. Juga dua korban luka tembak pada lengan kanan bernama Mukhtar Patty, dan luka tembak pada pelipis kepala bagian kanan bernama Asnawi Patty.

“Dari rentetan senapan otomatis aparat Brimob, beberapa rumah warga di pinggir jalan trans-Seram juga rusak, dindingnya bocor-bocor,” tambah Mat.

Bagaimana kronologis insiden tersebut, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) SBB, AKBP Agus Setiawan cuma menyatakan kepada FORUM, “Silahkan bisa langsung ke Kabid Humas Polda Maluku.”

Menurut Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat, saat Brimob berangkat dari Masohi menuju Polsek Ama Latu, mereka diserang dengan penembakan.

Korban meninggal, Sulaiman Patty, (foto; istimewa)

“Saya tidak bisa mengelak bahwa ini akibat daripada tembakan anggota Brimob, saya tidak bilang bahwa itu tidak. Tapi saya tidak bilang bahwa itu iya. Kenapa? Karena masyarakat juga melakukan penembakan terhadap kita. Jadi tidak tahu korban ini akibat peluru siapa,” demikian Ohoirat dalam keterangannya kepada wartawan di Ambon, Kamis (16/5).

Kendatipun warga Latu menilai pernyataan Kabid Humas Polda Maluku itu sebagai pernyataan palsu. Namun mencermati kejadian ini, masih menurut Muhammad Patty, “Saudara-saudara aparat Brimob sangat brutal, seolah-olah warga sipil adalah musuh mereka. Senjata yang dibeli oleh rakyat melalui pajak bukan untuk membunuh rakyat,” terangnya.

Berdasarkan kejadian ini, warga masyarakat Negeri Latu menuntut. “Agar Komandan Lapangan Brimob Detasemen B Pelopor harus secara satria menyerahkan anak buahnya yang melakukan penembakkan ke proses hukum,” tuntut Muhammad Patty.

Insiden di Negeri Latu  pada 15 Mei kemarin yang bertepatan dengan Hari Pattimura, adalah buntut penyelesaian dari konflik antar tiga negeri Latu-Tomalehu-Hualoy yang hingga kini di jalan buntu.

Berbagai aksi unjuk rasa dilakukan oleh ketiga warga negeri sebagai reaksi terhadap lemahnya pemerintah mengatasi masalah ini.

“Dua hari lalu saya ada buka puasa bersama pejabat negeri Latu, Hualoy dan Tomalehu dan stafnya di kota Ambon. Itu saya undang mereka. Di situ saya meminta supaya semua persoalan dikembalikan ke proses penegakkan hukum,” jelas Bupati Yasin.

Ditanya soal adanya kelompok separatis RMS (Republik Maluku Selatan) yang bekerja mengambil untung di belakang konflik Latu-Hualoy, Bupati SBB Yasin Payapo mengaku pernah mendengan sinyalemen itu.

“Saya juga pernah dengar informasi itu, tapi belum ada investgasi supaya data infonya akurat,” kata Bupati Yasin menjawab pertanyaan FORUM soal adanya sinyalemen keterlibatan RMS dalam insiden Latu-Hualoy.

Entah kapan menyingkirkan dendam amarah dari ketiga negeri di Kecamatan Ama Latu Kab SBB. Tapi menurut Bupati Yasin Payapo untuk kondisi sangat buruk ini, ia meminta kepada masing-masing warga supaya dapat menahan diri, dan menyerahkan keadaan kepada petugas keamanan.

(Luthfi Pattimura)

You might also like