KPK IKLAN

Pulang Jual Sapi Dicegat Rampok Yang Mengaku Polisi

Nasib apes harus dialami Muh. Zainal Arifin, warga Desa Beton Kecamatan Siman Ponorogo yang harus merelakan uang Rp 15,5 juta hasil penjualan sapi. Pasalnya, saat perjalanan pulang dari pasar ternak Jetis menuju rumahnya, ia dihentikan oleh kawanan perampok.

”Kami masih mendalami kasus perampokan yang menimpa Zainal ini,” kata Kanit Reskrim Polsek Siman AIPTU Heri Hartono saat ditemui beritajatim.com, Sabtu (18/5/2019).

Menurut keterangan korban, Heri menceritakan, perampokan itu bermula saat Zainal menjual sapi ternaknya di Pasar Ternak Jetis. Sapi tersebut terjual Rp 22,5 juta. Namun saat transaksi, pembeli baru memberikan uang sebesar Rp 15,5 juta kepadanya. Sisanya akan dibayarkan sepekan kemudian. Karena Zainal dan pembeli sudah saling kenal, korban kemudian langsung pulang mengendarai sepeda motornya. ”Nah saat di tengah perjalanan pulang tersebut, perampokan itu terjadi,” katanya.

Saat memasuki Desa Ngabar, Siman. Di jalanan itu, motor korban tiba-tiba dihentikan oleh sebuah mobil. Usai berhenti, salah seorang penumpang sok akrab kepada korban dan mengaku sebagai Kapolsek Jetis. Korban diajak masuk ke dalam mobil. Ternyata di dalam mobil sudah ada 3 orang. Yang salah satunya memiting korban dan lainnya mengambil uang korban yang sudah tak berdaya tersebut.

”Selain uang Rp 15,5 juta hasil penjualan sapi, para pelaku juga menggondol uang Rp 300 ribu yang didapat dari dompet, dan juga mengambil handphone korban,” katanya.

Setelah uang didapat, para pelaku perampokan tidak serta merta membebaskan. Korban, kata Heri dibawa keliling dan akhirnya diturunkan di sekitar Taman Wengker. ”Korban sempat diancam oleh para pelaku, kalau melapor akan dibunuh,” pungkasnya.

You might also like