KPK IKLAN

Mantan Kepala Dinas Kependudukan Jember Divonis 1 Tahun Penjara

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember Sri Wahyuniati dijatuhi hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan, oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya, Jumat (24/5/2019).

Majelis hakim yang diketuai I Wayan Sosiawan itu juga menjatuhkan hukuman yang sama kepada Abdul Kadar, aktivis No Eks Birokrasi (Noeb) yang menjadi makelar pembuatan dokumen administrasi kependudukan. “Pengacara dan jaksa masih sama-sama pikir-pikir,” kata Muhammad Nuril, salah satu pengacara terdakwa

Wahyuniati dan Kadar sama-sama menjadi pesakitan setelah tertangkap tangan oleh Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur. Mereka dianggap terlibat praktik pungutan liar dalam pengurusan dokumen adminduk, terutama kartu tanda penduduk elektronik. Jaksa mendakwa Kadar dan Wahyuniati terlibat praktik suap dan gratifikasi.

Vonis majelis hakim ini lebih rendah daripada tuntutan jaksa. Sebelumnya, Wahyuniati dan Kadar masing-masing dituntut menjalani hukuman 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan oleh jaksa.

Nuril mengatakan, agenda hari ini sesungguhnya pembacaan pleidoi. “Tadi setelah dibacakan pembelaan, langsung diputus. Kadar dianggap bersalah melakukan tindak pidana penyuapan sebagaimana Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi Pasal 5 Ayat 1 (b). Kalau Yuni dianggap bersalah menerima gratifikasi, pasal 11,” katanya.

You might also like