KPK IKLAN

Ketika Amien Rais Tepis Tuduhan Makar dan Mengaku Lupa Nama Wiranto

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menjawab tudingan makar yang dialamatkan kepada dirinya. Amien pun menyindir sosok Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto yang membentuk Tim Asistensi Hukum yang secara khusus memantau ucapan para tokoh.

“Sementara menteri itu saya lupa namanya, sampai sekarang masih punya file pelanggaran HAM. Jadi jangan main-main dengan kita pak menteri,” ungkap Amien dalam orasinya di acara Deklarasi Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR) di Jalan Proklamasi Nomor 36, Menteng, Jakarta, Jumat (17/5).

Mantan ketua MPR itu juga menegaskan bahwa dirinya akan menyeret Wiranto ke International Court of Justice (ICJ) terkait dugaan sejumlah kasus pelanggaran kemanusiaan yang melibatkan namanya. “Jadi jangan main-main dengan rakyat,” tegasnya.

Ia juga menganggap rezim saat ini tidak mengerti undang-undang, demokrasi, dan Pancasila. Selain itu, ia juga meminta semua pihak untuk tidak takut atas segala bentuk ancaman dan tuduhan makar.

“Saudara-saudara, ini permainan belum selesai, kami jangan ditakuti dengan bedil, dengan meriam, dengan panser, tank, dan lain-lain, bagi rakyat itu hanya abal-abal tidak akan mempengaruhi kekuatan kita,” ucapnya.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara deklarasi Gerakan Kedaulatan Rakyat. Diantaranya politikus senior PAN Amien Rais, mantan komisioner  Komnas HAM Natalius Pigai, putri presiden RI ke-2 Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Alkhathathath, Lius Sungkharisma, mantan petinggi Polri Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob, dan lain-lain.

Calon Legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewi Ambarita atau Dewi Tanjung melaporkan politisi senior PAN Amien Rais dan kawan-kawannya terkait ujaran people power ke Polda Metro Jaya.

“Hari ini saya bersama tim lawyer melaporkan Amien Rais dkk dalam hal ini ada HRS (Habib Rizieq Shihab) dan Bachtiar Nasir. Perkaranya sama dengan yang kami sangkakan pada Eggi Sudjana yakni kasus makar people power,” kata Dewi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

You might also like