Setya Novanto Terlihat Di Rumah Makan Padang Di Jakarta, Padahal Dipenjara Di Bandung

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif enggan berkomentar banyak ihwal kabar mantan ketua DPR, Setya Novanto yang dilaporkan berada di sebuah rumah makan Padang di sekitar Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Subroto, Jakarta Pusat. Padahal, Novanto seharusnya menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin, Bandung atas kasus korupsi.

“Saya tidak mau memberikan komentar yang informasinya tidak full (lengkap). (Terkait plesiran Novanto) Tolong coba tanyakan ke Pak Kalapas Sukamiskin dan Ibu Dirjen Pas (Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Dirjenpas Kemkumham) Sri Puguh Budi Utami),” kata Syarif di Gedung KPK Jakarta, Senin (29/4).

Menurut Syarif konfirmasi kepada pihak Lapas dan Ditjenpas penting untuk memastikan keberadaan Novanto di rumah makan Padang. “Dilihat dulu, kalau dia di rumah sakit atau di mana. Mungkin dia singgah makan atau bagaimana. Memang manusia nggak bisa makan,” katanya.

“Memang, kami berharap yang bersangkutan ada di lapas jalani hukuman dengan tertib dan kedua memang tata kelola Lapas harus lebih baik lagi,” tambah Syarif

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto membenarkan bahwa Novanto sedang berada di luar Lapas untuk mendapatkan tindak lanjut perawatan di RSAD Gatot Soebroto. “Dengan diagnosa Arimia, CAD, vertigo, perifier, LBP, DMT2, dan CKD atas rekomendasi dokter Lapas, Susi Indrawati dan dokter luar Lapas, Ridwan Siswanto,” ucap Ade melalui keterangan tertulisnya.

Ia menyatakan berdasarkan rujukan dokter Lapas Sukamiskin pada 26 Maret 2019 yang ditandatangani oleh Susi Indrawati bahwa pengobatan Novanto dapat dilaksanakan di rumah sakit rujukan pemerintah. “Pengeluaran dan pengawalan sesuai prosedur dilaksanakan 24 April 2019, berdasarkan pasal 17 ayat 1 dan 2 PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan,” kata Ade.

You might also like