PELECEHAN SEKS ANAK

Pungli Warga, Kepling di Medan Dituntut 4 Tahun Penjara

Kamaruddin Kaloko,  Kepala Lingkungan (Kepling) X, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, dituntut 4 tahun penjara. Dia dinilai bersalah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap warga.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun di hadapan majelis hakim yang diketuai Ferry Sormin, di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (22/4/2019).

Dalam tuntutannya, Pemuntut Umum meminta kepada majelis hakim agar terdakwa dijatuhi hukuman 4 tahun penjara karena  bersalah membuat saksi korban Riger Taruna mengakami krrugian. Selain pidana penjara, terdakwa juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Perbuatan terdakwa melakukan pungutan atau menerima pembayaran dalam pengurusan ganti rumah milik korban.

Dalam dakwaannya, JPU menguraikan pungli tersebut dilakukan Kamaruddin, dengan cara meminta uang Rp30 juta pada Roger Taruna dalam proses pengurusan ganti rugi tanah milik Roger seluas 68 meter per segi yang dipakai untuk perluasan Jl. Karya Wisata, Medan Johor.

Nilai ganti rugi yang diberikan kepada warga atas tanah yang terkena pelebaran Jl. Karya Wisata itu, ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Medan, Nomor : 593.83/1149.K/2016 tanggal 1 Desember 2016, seharga Rp 4.292.000 per meter per segi.

“Saat berupaya melakukan pencairan, Roger Taruna menemui Kamaruddin untuk menyusun persyaratan dari pemerintah. Hal itu dimanfaatkan Kamaruddin dengan mengatakan baru bisa menyusun persyaratan pencairan asal Roger membayar biaya administrasi,” terang jaksa.

Kamaruddin kemudian,  menghubungi Roger untuk bertemu di sebuah kafe di Jl. AH Nasution, Medan. Dalam pertemuan itu Kamaruddin mengatakan kepada Roger jika ingin uang ganti rugi dicairkan maka harus bersedia membagi dua uang yang diterima dengan tim khusus yang rencananya dibentuk Kamaruddin.

Kamaruddin lalu, meminta uang Rp30 juta untuk tim khusus yang dibentuknya, dari Rp325 juta yang akan dicairkan dinas PU kepada Roger Taruna. Merasa kesal, pada 5 September 2018 Roger melaporkan Kamaruddin ke Satgas Saber Pungli Polrestabes Medan.

Dua hari kemudian Kamaruddin diringkus saat menagih uang di Bank Sumut ketika Roger melakukan pencairan. Perbuatan terdakwa, diancam  pasal 12 huruf e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga 25 April 2019 dengan agenda, nota pembelaan dari terdakwa.

You might also like