PELECEHAN SEKS ANAK

Potongan Kepala Guru Tari Yang Dipenggal Sudah Ditemukan

Setelah dalam pencarian selama sembilan hari, akhirnya pihak kepolisian berhasil menemukan potongan tubuh Budi Hartanto berupa kepala.

“Seperti yang pernah saya bilang sebelumnya bahwa Kediri tempat eksekusi dan pembunuhan. Sedangkan Blitar hanya tempat pembuangan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera, Jumat (12/4/2019).

Barung menambahkan, polisi juga berhaisl menangkap dua tersangka yakni AP dan AJ. AP ditangkap di Jakarta dan sekarang diamankan di Polda Metro Jaya. “Sedangkan AJ ditangkap di Kediri, kemarin malam,” ujarnya.

Budi Hartanto (28) korban mutilasi yang jezahnya dimasukkan ke dalam koper dan dibuang di bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur dikenal kemayu alias memiliki gestur tubuh gemulai. Oleh karena itu, mencuat motif pembunuhan korban terkait dengan isu LGBT atau hubungan sesama jenis.

“Info yang berkembang (di luar) memang seperti itu. Kebetulan rekan-rekan korban kebanyakan seperti itu,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono. Tetapi, hingga kini kepolisian tidak menemukan bukti-bukti yang mengarah motif LGBT.

Menurut Kasat Reskrim, penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian tetap berdasarkan fakta. Pihaknya juga menunggu hasil otopsi dari forensik. Sembari menunggu hasil itu, polisi melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi. Kebanyakan dari mereka adalah teman Budi Hartanto.

Sejumlah teman korban yang diperiksa sebagai saksi semuanya adalah pria ‘gemulai’ (kemayu). Menurut Kasat, sudah ada lima orang teman korban yang dimintai keterangan. Kelima teman korban yang diperiksa sebagai saksi semua laki-laki. Pihaknya juga memintai keterangan keluarga Budi, diantaranya Darmaji, ayahnya.

Surahmat, kerabat korban tidak menyangkal apabila keponakannya tersebut berperilaku gemulai. “Budi (korban) mbanceni (gemulai), tapi orangnya baik, ramah dengan warga, supel bergaul dan baik dengan orang tua,” kata Surahmat kepada sejumlah wartawan di RSU Mardi Waluyo Blitar, beberapa waktu lalu saat menunggu jenazah.

Diberitakan sebelumnya, Polda Jawa Timur bersama Polres Blitar Kota dan Polresta Kediri bekerja ekstra untuk mengungkap kasus pembunuhan mutilasi terhadap Budi Hartanto (28) guru honorer di SDN Banjarmlati 2 Kota Kediri. Selain memeriksa saksi-saksi yang kini sudah sejumlah 13 orang, kepolisian juga terus mencari bagian kepala korban yang belum ditemukan.

You might also like