KPK IKLAN

Pinjam Uang Ke Bank Untuk Tolong Tetangga, Malah Ditipu Mentah-Mentah

Sedikitnya ada 14 warga Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Ponorogo merasa ditipu. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 349,9 juta. Itu total uang seluruh korban yang dipinjam YL salah satu warga desa setempat.

“Kami merasa ditipu. Karena sudah dua minggu ini YL tiba-tiba pergi tanpa pamit,” kata AGS, salah satu warga yang menjadi korban, Rabu (10/4/2019).

AGS menceritakan, awalnya YL meminjam uang sekitar Rp 24 juta kepada S, ibunya sekitar dua tahun lalu. Tetangganya yang saat ini pergi entah kemana itu berjanji mengembalikan utang dengan cara mengangsur. Setealh dicicil beberapa kali, yang bersangkutan pinjam lagi.

Padahal AGS memberitahu bahwa keluarganya tidak mempunyai uang untuk dipinjam. Saat itu YL beralasan sedang butuh uang digunakan untuk mengobatkan anak-anak panti asuhan miliknya yang ada di Medan. “Dia menyarankan untuk pinjam ke bank,” katanya.

Entah bagaimana keluarga AGS bisa dengan mudah datang ke bank untuk meminjam uang. Sertifikat tanah petok D rumah dan pekarangan, sawah, dan tiga BPKB sepeda motor digunakan untuk jaminan. S meminjam sekitar Rp 60 juta. Sementara MS, istri AS meminjam Rp 75 juta. “Karena atas dasar percaya, uang pinjaman itu kami berikan seluruhnya ke YL,” katanya.

AGS menyebut, selama ini angsuran per bulan sebesar Rp 4,4 juta sebenarnya YL membayar langsung ke bank. Namun YL sejak 2 minggu ini menghilang. Padahal sudah waktunya setor angsuran bulanannya. “Ya akhirnya kami terpaksa yang membayarnya, dari pada ditagih pihak bank terus menerus,” katanya.

Hal itu ternyata juga dirasakan 12 warga lain yang menjadi korban. Mereka sebenarnya sudah meminta perangkat desa untuk membantu. Agar YL yang meminjam uang dapat kembali dan membayar semua tagihan bank. “Sudah pernah kumpul juga, kami juga takut kalau harta dan rumah disita bank karena tak sanggup membayar angsuran,” pungkasnya.

You might also like