PELECEHAN SEKS ANAK

Penganiaya Ustadz Nur Sarianto Mulai Diadili di PN Medan

Raut wajah Nofita sedikitpun tidak menggambarkan penyesalan. Penganiaya ustadz Nur Sarianto itu seolah tidak ada beban duduk di kursi pesakitan. Wanita berusia 29 tahun tersebut, seakan biasa berhadapan dengan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan.

Nofita tampak santai saat menjalani sidang perdana di ruang Cakra 9 PN Medan, Selasa (16/4/2019). Ia seksama mendengar dakwaan terkait penganiayaan yang dilakukannya terhadap ustadz Nur Sarianto, warga Jalan Pukat I No 7 Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho SH di hadapan majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara SH MH, menyebut terdakwa Nofita pada hari Kamis (7/2/2019) sekira pukul 17.35 WIB menganiaya ustadz Nur Sarianto di Jalan Pukat I / Jalan Mandailing Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung.

Awalnya, ustadz Nur Sarianto melihat seorang anak dikejar anjing sambil ketakutan dan menangis sehingga saksi ia menegur terdakwa Nofita, pemilik anjing tersebut. Kemudian Nur Sarianto mengingatkan Nofita agar tidak melepas anjing peliharaan. “Kau gimana, kau lepas anjingmu sampai mengejar anak kecil,” ujar Nur Sarianto mengingatkan.

Mendengar itu, Nofita kembali bertanya. “Kau ini siapa?” tanyanya

Selanjutnya Nur Sarianto menjelaskan maksudnya. “Saya sebagai manusia yang punya perasaan dan wajar saya menegur kamu. Apa gak kasian kamu melihat anak itu dikejar-kejar anjingmu,” jawab Nur Sarianto.

Dalam kejadian tersebut terjadilah pertengkaran mulut antara terdakwa Nofita dengan saksi korban Nur Sarianto. Kemudian masyarakat yang ada disekitar melerai pertengkaran tersebut.

Untuk menghindari pertengkaran, ustadz Nur Sarianto pun pergi. Namun terdakwa Nofita berteriak sambil mengejar dan langsung memukuli sang ustadz hingga babak belur. Pelipis mata kiri dan bagian mata kanan ustadz Nur Sarianto terluka. Darah pun seketika bercucuran.

Selanjutnya ustadz Nur Sarianto melaporkan perbuatan terdakwa Nofita ke Polsek Percut Sei Tuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Akibat perbuatan terdakwa, ustadz Nur Sarianto mengalami luka robek di pelipis mata kiri ukuran 2x1cm dan luka memar di bawah mata kanan ukuran 2x1cm sesuai hasil Visum Et Repertum Nomor:81/VER/MR/RSHM/II/2019 tanggal 08 Februari 2019 dari Rumah Sakit Umum Haji Medan.

Atas perbuatannya, Novita diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana.

Usai pembacaan dakwaan dari jaksa Chandra, majelis hakim Syafril menunda persidangan pekan depan dengan agenda keterangan saksi.

You might also like