Meski Mengembalikan Kerugian Negara 1,9 Milyar, Jaksa Tuntut Tinggi Empat Terdakwa Tipikor Proyek Pipa Merawang

 

Forumkeadilan.com, Pangkalpinang – Nasib ke empat terdakwa kasus dugaan korupsi proyek rahab pipa Merawang ini benar- benar ketiban sial. Pasalnya meski ke empat terdakwa sebelumnya telah mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar 1,9 milyar ke pihak Kejati Babel namun keempatnya tetap mendapat tuntutan lebih tinggi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Babel.

Demikian yang terungkap pada persidangan yang di gelar di PN Tipikor Pangkalpinang, Selasa (9/4/2019) kemarin.

Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Sri Endang Amperawati Ningsih dan anggota Corry Oktarina dan Erizal, dua JPU, Sarpin dan Arif Rahman dari Kejati Babel menuntut terdakwa, H Abdul Roni selaku Pengguna Anggaran (PA) 5 (lima) tahun kurungan penjara, denda sebesar Rp 200 juta berikut subsider selama enam bulan kurungan penjara.

Demikian halnya terdakwa, Mulyanto selaku PPK juga dituntut 5 tahun kurungan penjara, denda sebesar Rp 200 juta serta subsider selama enam bulan kurungan penjara.

Sedangkan dua orang terdakwa lainnya, M Rifani alias Pepen selaku direktur perusahaan pemenang lelang dan Judas Swara alias Aloi selaku kontraktor pelaksana pekerjaan masing-masing dituntut kurungan penjara selama 6 tahun, denda sebesar Rp 200 juta serta subsider kurungan penjara selama enam bulan.

Tidak hanya itu, kedua terdakwa ini pun justru dikenakan sanksi pidana tambahan atau diwajibkan membayar sisa uang pengganti dari total senilai Rp.1 Milyar lebih.

“Jika terlambat setelah satu bulan putusan yang dianggap memiliki kekuatan hukum tetap maka harta bendanya akan disita oleh jaksa dan akan dilelang guna menutupi uang pengganti tersebut. Jika harta benda tidak mencukupi maka akan diganti pidana kurungan penjara selama dua tahun,” sebut JPU di hadapan majelis hakim dan para terdakwa.

Diketahui sebelumnya kasus mulai mencuat setelah pihak Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung melakukan penyelidikan pada kegiatan proyek rehabilitasi pipa transmisi PDAM Merawang ini dikerjakan oleh PT Rian Jaya Makmur (RMJ) dengan pagu anggaran sebesar Rp 4.761.000.000 atau senilai Rp 4,7 miliar.

Dari hasil pemeriksaan kejaksaan ditemukan adanya pengalihan pekerjaan dari kegiatan rehab pipa, dialihkan kepada kegiatan pembangunan intek sebesar Rp 1,2 miliar.

Selain itu, dalam pelaksanaan proyek pekerjaan milik Satker SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Sumatera VII Provinsi Babel, tahun anggaran 2016 ini, ternyata pelaksana pekerjaan di lapangan dikerjakan oleh pihak lain yakni terdakwa Yuda Swara alias Aloi dari PT Bangka Utama (BU) padahal perusahaan pemenang lelang adalah PT Rian Makmur Jaya (RMJ) milik Ir. M. Riffani alias Pepen.

Dari hasil temuan itu dan ditambah lagi dengan tidak berfungsinya hasil pekerjaan rehab pipa Merawang maka pihak Kejati Babel yang dikomandoi Happy Hadiastuty saat itu akhirnya menetapkan sedikitnya empat orang tersangka, masing-masing Ir Abdurroni, Ir. M. Riffani alias Pepen, Mulyanto dan Yuda Swara alias Aloi.

Meski dalam proses penyidikan para terdakwa sempat mengembalikan uang dugaan kerugian negara ke pihak Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung senilai Rp 1,9 M, namun perkara tipikor ini tetap berlanjut hingga ke meja pengadilan bahkan tuntutannya terbilang tertinggi sepanjang sejarah peradilan dugaan tipikor di Bangka Belitung. (Red)

 

You might also like