Gubsu: “Ubah Sistem dan Pola Tanam!”

Gubsu Edy Rahmayadi menyarankan para petani mengubah sistem dan pola tanam demi memacu produktivitas panen.

 

“Selama ini penggunaan bibit, pupuk dan musim tanam belum maksimal. Ubah sistem dan pola tanam!” tegasnya dalam kegiatan panen jagung perdana seluas 10 hektar di Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Langkat, Senin (1/4/2019). 

 

Ia mengemukakan, produktivitas panen bisa ditingkatkan dengan memastikan petani menggunakan bibit dan pupuk berkualitas. Selain itu, pemilihan waktu tanam yang tepat menjadi faktor tak kalah penting dalam mendongkrak hasil panen, termasuk dalam pertanaman jagung.

 

“Saat ini rata-rata produksi jagung di Sumatera Utara berkisar tujuh sampai delapan ton per hektar. Melalui bibit dan pupuk berkualitas disertai pemilihan waktu tanam yang tepat, hasil panen pasti bisa meningkat,” sebutnya.

 

Peningkatan produksi itu, kata Gubsu, bakal mampu menyejahterakan petani, sekaligus memenuhi ketersediaan jagung dan bahan baku pakan ternak.

 

Sebelumnya, Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin mengklaim, telah melakukan sejumlah upaya, termasuk membenahi sistem dan meningkatkan teknologi pertanian untuk meningkatkan hasil panen jagung

You might also like