Ustadz Abdul Somad : “Mohon Doakan Kami…”

Ibunda Hj Rohana Wafat Saat UAS Dakwah di Madura

Kabar duka menyelimuti keluarga Ustad Abdul Somad Lc MA. Ibunda ustadz kondang ini, Hj Rohana, meninggal dunia, Senin (18/3/2019) subuh pukul 05.30 WIB. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun.

Ibu Hj Rohana wafat di usia 72 tahun. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. Jenazahnya dikebumikan di kampong halaman di Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Keberangkatan jenazah dari RS Sansani dikawal langsung oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto. Iring-iringan mobil jenazah berangkat dari Pekanbaru sekitar pukul 08.15 WIB, dan tiba di rumah duka Dusun IV, Desa Silau Lama, Kecamatan Silau Laut, Asahan, sekitar pukul 19.00 WIB. Isak tangis kerabat mewarnai kedatangan ambulance yang membawa jenazah ibunda Hj Rohana.

Ribuan pelayat memadati rumah duka. Tampak Kapoldasu Irjen Agus Andrianto, Wagubsu H Musa Rajekshah, Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Firma SH, Wakil Bupati Asahan H Surya BSc dan pejabat lainnya. Sementara Ustadz Abdul Somad sendiri tiba di rumah duka sekitar pukul 20.15 WIB, sepulang berdakwah dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Ibu Hj Rohana Binti Nuruddin merupakan putri Syekh Abdurrahman Urrahim bin Nakhoda Alang Batubara yang dikenal dengan nama Tuan Syekh Silau Laut. Tuan Syekh Silau Laut adalah ulama besar Asia yang pernah berdakwa ke Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura dan negara lainnya.

Pada beberapa kesempatan, Ustaz Abdul Somad pernah menyinggung soal jatidiri sang ibunda. Hajjah Rohana diakui sebagai keturunan Syekh Abdurrahman, ulama besar di Asahan.

UAS juga mengatakan bahwa ibundanya itu adalah guru ngaji di lingkungan sekitar. Kegiatan itu kerap melibatkan UAS, yang pada akhirnya, menempa dirinya menjadi pendakwah. “Emak saya guru mengaji. Emak saya ibu rumah tangga, di rumah, tetangga-tetangga dekat rumah, datang ke rumah, belajar. Kalau emak saya tak bisa, masuk asisten dosen, saya,” kata UAS dalam sebuah video dakwahnya.

“Kalau emak saya mau masak di dapur, saya menggantikan beliau. Umur saya waktu itu, kelas tiga SD. Kelas tiga saya sudah mengajar kawan-kawan sebaya saya. Saya sudah ditempa jadi guru sejak kecil. Guru Alquran” kata UAS lagi.

Dalam video ceramah yang lain, UAS menceritakan perihal darah ulama kharismatik asal Asahan, Syekh Abdurrahman yang mengalir dalam dirinya lewat jalur sang ibunda.”Moyang saya bernama, Syekh Abdurrahman. Kemudian beranak pinaklah Syekh Abdurrahman tadi, punya anak perempuan bernama Siti Aminah, Siti Aminah punya anak perempuan bernama Hajjah Rohana, Hajjah Rohana punya anak itulah saya Abdul Somad,” tutur UAS.

Meski begitu, UAS menampik kalau dirinya dianggap keturunan Syekh Aburrahman. Sebab, dirinya merupakan keturunan dari jalur perempuan, yakni ibundanya.”Tapi saya tidak dianggap keturunan Tuan Syekh karena dari pihak perempuan. Makanya kalau ada yang bertanya keturunan Tuan Syekh, tidak saya bilang. Terus, ayah saya petani, orang biasa. Kami bukan keturunan bangsawan, bangsa yang hidup di awan,” katanya sambil bercanda.

UAS sejak Minggu malam (17/3/2019) berada di Pondok Pesantren Al Amien Prenduan II, Madura, Jawa Timur. Ia berceramah di hadapan ribuan santri dan alumni pesantren modern itu.

Senin pagi, Ustadz Abdul Somad bertolak ke Kabupaten Bangkalan. Menghadiri undangan Ketua Ikatan Keluarga Madura (IKAMA), Haji Rawi. Di tengah ceramah, UAS mendapat kabar bahwa ibunya telah wafat. UAS kemudian meminta maaf kepada seluruh para hadirin. “Saya mohon maaf beribu maaf, saya tak menyangka tak akan bisa tausiyah. Allah Taala beri kekuatan, izinkan saya pulang dengan selamat, mohon doakan kami, assalamualaikum.”

Melalui akun resmi Instagramnya, UAS bercerita aktifitas sang ibu sebelum wafat. Menurutnya, sang ibu saat itu beraktifitas seperti biasa, bangun pagi, sahur, mandi dan menonton ceramah-ceramah putranya di Youtube. “Beliau terus wudhu’ persiapan sholat Shubuh. Lalu pingsan, dibawa ke Rumah Sakit, menghembuskan nafas terakhir,” tutur UAS melalaui akun Instagramnya.

Selain memohon doa untuk almarhumah, UAS juga mengingatkan bahwa semua orang akan mengalami kematian. Semoga sang Ibu diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di surganya Allah SWT. Amiin.

Sang ibu memang selalu melekat di hati UAS. Dalam beberapa ceramah ustadz paling kondang itu kerap menyampaikan bagaimana seharusnya memuliakan seorang ibu. Sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW. Ganjaran seseorang yang memuliakan ibu adalah surga.

UAS mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk tunduk pada ibu. Setiap anak harus menyenangkan hati ibunya dan menahan diri tak pernah melawan kepada ibu.

UAS sendiri pernah menceritakan kisah menarik tentang sang ibunda, Hj Rohana. Saat ibunda tercinta ikut mendengarkan ceramahnya, sang Ibunda yang bernama Hajjah Rohana sempat kaget. Ibunda UAS terkejut, karena jamaah yang datang dan hadir mendengarkan ceramah Ustaz Abdul Somad sangat ternyata sangat ramai.

Usai acara pengajian tersebut, Ibunda Hajjah Rohana kemudian bertanya ke UAS. “Kau Sudah punya jin?,” kata sang ibunda saat itu.

Mungkin sang ibunda bercanda. Jin yang dimaksud di sini, hanya sekedar ungkapan, kekaguman sang ibu melihat daya tarik dan kemampuan anaknya dalam memberikan tausiyah kepada jemaah. Ustaz Abdul Somad kemudian menjawab singkat, “Enggak.”

UAS kemudian bertanya seorang psikolog, mengapa saat ceramahnya banyak jamaah yang hadir. Rupanya, psikolog menilai, bahwa UAS menyampaikan materi dakwahnya dengan bahasa sederhana, mudah dicerna oleh awam, bahkan anak-anak kecil sekalipun.

You might also like