Sidang Kasus Penambangan Ilegal dan Pengrusakan Lingkungan di Hutan Lindung Ditunda

Hakim Hotma EP Sipahutar sebut penundaan sidang tersebut untuk memberikan kesempatan kepada penuntut umum untuk menghadirkan saksi - saksi di persidangan

 

Pangkalpinang, Forumkeadilan.com – Sidang perkara kasus penambangan ilegal dan pengrusakan kawasan hutan dengan terdakwa Sariat alias Moge bin Sarbini yang sejatinya digelar hari ini Selasa(5/3) terpaksa tertunda lantaran ketua PN Pangkalpinang selaku ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut sedang dinas luar.

“Pak ketua lagi dinas luar. Jadi sidang perkara kasus lingkungan hidup dengan terdakwa Sariat alias Moge bin Sarbini ditunda,” ungkap salah satu staf di PN Pangkalpinang, Selasa (5/3).

Penundaan jadwal sidang perkara kasus penambangan ilegal dan pengrusakan kawasan hutan tersebut juga dibenarkan humas PN Pangkalpinang, Hakim Hotma EP Sipahutar.

Dikatakannya, jika sidang tersebut memang dijadwalkan pada hari ini, Selasa (5/3) namun ditunda ke hari Selasa tanggal 12 Maret 2019 untuk agenda pemeriksaan saksi yang diajukan oleh Penuntut Umum.

“Sidang Perkara atas nama Terdakwa Syariat Als Moge Bin Sarbini ditunda ke hari Selasa tanggal 12 Maret 2019 untuk agenda pemeriksaan saksi yang diajukan oleh Penuntut Umum,” kata Hakim Hotma via pesan WA, Selasa (5/3) sore.

Namun menurut hakim Hotma penundaan sidang tersebut untuk memberikan kesempatan kepada penuntut umum untuk menghadirkan saksi – saksi di persidangan.

“Sidang Perkara atas nama Terdakwa Syariat Als Moge Bin Sarbini tersebut ditunda dan dilanjutkan pada hari Selasa tanggal 12 Maret 2019 dengan alasan untuk memberikan kesempatan kepada Penuntut Umum menghadirkan saksi-saksi di persidangan untuk diperiksa di persidangan,” pungkasnya.

Sidang perkara kasus penambangan dan pengrusakan lingkungan di kawasan hutan lindung dengan terdakwa Sariat alias Moge bin Sarbini ini menjadi sorotan awak media.

Sariat alias Moge bin Sarbini terdakwa penambangan pasir ilegal dan pengrusakan lingkungan di kawasan hutan usai menjalani sidang dakwaan di PN Pangkalpinang, Kamis (28/2)

 

Dalam sidang sebelumnya, terungkap dalam dakwaan yang dibacakan oleh JPU dari Kejati Babel, Erni Yusnita SH menyebutkan bahwa terdakwa SARIAT Alias MOGE Bin SARBINI, pada hari Sabtu tanggal 15 September 2018 sekira jam 13.00 Wib atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu lain dalam bulan September 2018 bertempat di dalam kawasan hutan lindung Pantai Lubuk Besar Toboali dan hutan Produksi tetap lindung Lubuk Besar Toboali atau Berdasarkan ketentuan pasal 84 ayat (2) KUHAPidana yang tempat terdakwa ditahan lebih dekat ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang maka pengadilan Negeri Pangkalpinang berwenang memeriksa dan mengadilinya, dengan sengaja melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri dan/atau membawa alat-alat berat dan/atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk melakukan kegiatan penambangan dan/atau mengangkut hasil tambang di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri, adapun perbuatan terdakwa dilakukan dengan cara-cara dan dalam keadaan sebagai berikut:

Berawal pada Hari Sabtu tanggal 15 September 2018, saksi FAHROROZI, ST Als UJI Bin ABDUR RAHMAN, Saksi MARDIANSYAH, SE Als DIAN Bin ACHMADUN SAHA (alm), saksi KARLIANTO Bin KEMIN¬ (Alm) dan saksi AHMAD GUNADI, S.Sos Bin ABDUL GANI dari Dinas UPT KPHP Muntai Palas Kab.Bangka Selatan bersama-sama dengan saksi INDRA, SE Bin ABDUL RAZAK, saksi BAMBANG TRISULA, S.Hut., M.M. Bin H.M.DJOEFRI SOEKIRMAN dan saksi UJANG SUPRIYAMAN, S.Hut Bin YAYAT SUDARSANA dari Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berangkat menuju Desa Kubu Kelurahan Kubu Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan untuk melakukan kegiatan operasi gabungan (PPNS Gakkum KLHK, PPNS Kehutanan Propivinsi .

UPT KPHP Muntai Palas) yang didampingi dari Korwas PPNS dan Subdit IV Dit Reskrimsus Polda Kep.Bangka Belitung terhadap kegiatan penambangan pasir bangunan dengan menggunakan alat berat di dalam kawasan hutan lindung Pantai Lubuk Besar Toboali dan hutan Produksi tetap lindung Lubuk Besar Toboali;

Bahwa kemudian sekira jam 13.00 Wib para saksi sampai di camp penampungan pekerja tambang Desa Kubu Kelurahan Kubu Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan dan langsung mengamankan saksi AHMAD CHOTIB Als OTIB Bin ALI (Alm), saksi MUFTANUDIN Als NIP Bin SUKADI dan saksi BAMBANG SUGIRI Bin SUNARDI yang merupakan anak buah dari terdakwa beserta barang bukti, berupa : 1 (satu) unit excavator / PC merk kobelco warna hijau Model : SK 200 , Serial number YN12-T7028. 1 (satu) unit excavator / PC merk KOMATSU warna kuning Model :PC 200-7, Serial Number C71370. 1 (satu) unit excavator / PC merk KOMATSU warna kuning Model :PC 200-7, Serial Number C71706. 1 (satu) unit excavator / PC merk KOMATSU warna kuning Model :PC 200-7, Serial Number J31503. 1 ( satu ) unit Mesin dompeng merk NR no Rangka 1115, No. Deksel 120978. 1 ( satu ) unit Mesin Air merk Matsumoto Platinum Type BS 170F-P. Fotocopy Surat Penghentian aktivitas di Kawasan hutan ditujukan kepada sdr. SARIAT alias Moge. Peta Lokasi TKP. Fotocopy surat permintaan Salinan izin pinjam pakai Kawasan hutan ( IPPKH ) PT. Global Balakosa Utama. Fotocopy Surat peringatan untuk penghentian aktivitas yang dilayangkan kepada direktur PT. GBU. Berita acara pemasangan spanduk larangan beraktivitas di Kawasan Hutan tanggal 10 September 2018. Sampel Pasir Bagunan +7 Kilogram. 1 ( satu ) bundel surat jalan pasir bangunan. 1 ( satu ) bundel rekapan surat jalan.

Bahwa selanjutnya saksi AHMAD CHOTIB Als OTIB Bin ALI (Alm), saksi MUFTANUDIN Als NIP Bin SUKADI dan saksi BAMBANG SUGIRI Bin SUNARDI yang sedang beristirahat di camp penampunagn pekerja tambang Desa Kubu Kelurahan Kubu Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan langsung dibawa ke Polda Kep.Bangka Belitung untuk diproses lebih lanjut, karena karena kegiatan penambangan pasir bangunan yang dilakukan terdakwa belum ada memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan dan sebelumnya pada tanggal 10 September 2018 tim gabungan dari UPT KPHP Muntai Palas Kab.Bangka Selatan dan Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memberikan surat teguran kepada terdakwa di camp penampungan pekerja tambang Desa Kubu Kelurahan Kubu Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan serta dilokasi stok file juga telah dipasang spanduk larangan aktivitas tambang pasir dari Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan tetapi terdakwa masih tetap beraktifitas sampai dengan tanggal 14 September 2018.

Bahwa berdasarkan hasil pengecekan dan pengambilan titik koordinat dengan menggunakan alat bantu berupa GPS dengan merk Tramble type Geo XT 3000 didapatkan hasil bahwa lokasi tambang beserta 1 (satu) unit mesin Dompeng merk NR no rangka 1115, no deksel 120978 dan 1 (satu) Mesin air merk Matsumoto Platinum Type BS 170f-P berada pada titik koordinat X : 0671570, Y : 9662007, lokasi 1 (satu) unit alat berat Exavator/ PC merk KOBELCO warna hijau dengan model SK 200 nomor seri YN-T7028 berada pada titik koordinat  X : 0672112, Y : 9661101, 1 (satu) unit Exavator / PC merk KOMATSU warna kuning model PC 200-7 nomor seri C71370 berada pada titik koordinat  X : 0672545, Y : 9656541, 1 (satu) unit Exavator / PC merk KOMATSU warna kuning model PC 200-7 nomor seri C71706 berada pada titik koordinat X : 0672571, Y : 9656458, 1 (satu) unit Exavator / PC merk KOMATSU warna kuning model PC 200-7 nomor seri J31503 berada pada titik koordinat X : 0672571, Y : 9656458, 7 (tujuh) kg sempel pasir bangunan dimana diambil dari lokasi stockfeel dengan titik koordinat X : 0672574, Y : 9656455.

Setelah dilakukan pengambilan titik koordinat terhadap lokasi tersebut kemudian oleh pihak Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) wilayah XIII Pangkalpinang diplotingkan / ditelaah pada peta tata batas Kawasan Hutan Produksi Lubuk Besar Kab. Bangka Selatan dan Kawasan Hutan Lindung Lubuk Besar Kab. Bangka Selatan, didapatkan hasil bahwa lokasi kegiatan penambangan beserta barang bukti tersebut berada pada Kawasan Hutan Produksi Lubuk Besar Kab. Bangka Selatan dan Kawasan Hutan Lindung Lubuk Besar Kab. Bangka Selatan;

Bahwa terdakwa dalam melakukan melakukan kegiatan penambangan pasir bangunan di kawasan hutan lindung Pantai Lubuk Besar Toboali dan hutan Produksi tetap lindung Lubuk Besar Toboali dibantu saksi MUFTANUDIN Als NIP Bin SUKADI dan saksi BAMBANG SUGIRI Bin SUNARDI dengan menerima gaji sebesar Rp.5.000,- /per kubik yang dibagi dua dan dalam sehari bisa mendapatkan pasir paling sedikit sebanyak ± 100 (seratus) kubik dan paling banyak ± 150 (seratus lima puluh) kubik dengan menggunakan alat bantu 1 (satu) unit mesin dompeng merk NR dan 1 (satu) unit mesin air merk Matsumoto Platinum milik terdakwa sendiri, 1 (satu) unit exavator / PC merk Kobelco warna hijau dan 3 (tiga) unit exavator / PC merk Komatsu warna kuning yang disewa terdakwa dari saksi STEVEN EFFENDI Als FENDI anak dari MININ NARISAN seharga Rp.255.000, (dua ratus lima puluh lima ribu rupiah) per jam.

Adapun kegiatan pertambangan pasir bangunan tersebut menggunakan modal terdakwa sendiri yang dilakukan sejak awal bulan Maret 2018 dan sudah dilakukan penambangan seluas + 1 Ha dengan kedalaman + 2 meter yang kemudian pasir bangunan tersebut dijual terdakwa kepada orang yang ingin membelinya dengan harga yang terdakwa tentukan sendiri.

Bahwa terdakwa dalam kegiatan penambangan pasir bangunan tersebut dilakukan dengan cara pertama-tama menurunkan mesin dompeng dan robin yang dioperasikan untuk menyedot pasir bangunan kemudian setelah pasir bangunan terkumpul dengan menggunakan exavator / PC diangkut untuk dimasukan ke dalam bak mobil truk selanjutnya mobil truk yang bermuatan pasir bangunan berjalan menuju lokasi stok file yang berada dipinggir pantai yang jaraknya agak berjauhan dengan lokasi tambang untuk menurukan pasir bangunan ke lokasi stok file kemudian barulah dengan menggunakan exavator/ PC pasir bangunan tersebut dijadikan menjadi satu dilokasi stok file. Adapun terdakwa dalam melakukan kegiatan penambangan pasir bangunan di Desa Kubu Kelurahan Kubu Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan yang termasuk dalam kawasan hutan lindung Pantai Lubuk Besar Toboali dan hutan Produksi tetap lindung Lubuk Besar Toboali, tidak memiliki ijin dari Pejabat yang berwenang.

Bahwa berdasarkan keterangan Ahli dari Dinas Kehutanan Propinsi Kep. Bangka Belitung, BAMBANG WIJAYA, SIPem Jabatan Kasi Pengelolaan Hutan , berdasarkan titik koordinat terhadap lokasi tersebut yang diplotingkan / ditelaah pada peta tata batas Kawasan Hutan Produksi Lubuk Besar Kab. Bangka Selatan dan Kawasan Hutan Lindung Lubuk Besar Kab. Bangka Selatan bahwa Usaha kegiatan yang dilakukan oleh terdakwa SARIAT Als MOGE Bin SARBINI selaku pemilik daripada kegiatan usaha penambanganpasir bangunan tersebut adalah kegiatan usaha melakukan kegiatan penambangan di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri di dalam Kawasan Hutan Produksi Lubuk Besar Kab. Bangka Selatan dan Kawasan Hutan Lindung Lubuk Besar Kab. Bangka Selatan dan Membawa alat-alat berat dan/atau alat-alat lainnya yang lazim atau patut diduga akan digunakan untuk melakukan kegiatan penambangan dan/atau mengangkut hasil tambang di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri dan Izin yang harus dimiliki oleh terdakwa SARIAT Als MOGE Bin SARBINI selaku pemilik daripada kegiatan usaha penambangan dalam melakukan kegiatan penambangan pasir bangunan di dalam kawasan hutan adalah izin pinjam pakai kawasan hutan serta perizinan lainnya yang berkaitan dengan usaha kegiatan pertambangannya namun untuk kawasan hutan lindung tidak bisa dilakukan izin pinjam pakai kawasan hutan.

Maka perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 89 ayat (1) huruf a dan b UU No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.