PELECEHAN SEKS ANAK

Polres Ponorogo Lacak Isu Kiamat, MUI Ponorogo Bilang Isu Itu Kacau

Kepolisian terus mengumpulkan bukti terkait isu kiamat sudah dekat yang ada di Dusun Pulosari Desa Sukosari Kec. Kasembon Malang. Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera dalam pers releasenya menyampaikan banyak hal.

Menurut Barung,  para jamaah yang ada di Dusun Pulosari diimbau untuk mengibarkan bendera tauhid.

“Selain itu photo pengasuh pondok dijual seharga Rp 1 juta sebagai pusaka (teknologi anti gempa),” ujar Barung.

Yang lebih miris lagi, lanjut Barung, anak usia sekolah tidak boleh sekolah karena menurut mereka ijazah tidak berguna.

“Anak  menghukumi kafir orang tuanya jika tidak berbaiat Thoriqoh Akmaliyah Sholihiyah,” tambahnya.

Polres Ponorogo terus menindak lanjuti kabar tentang 52 warga Desa Watu Bonang Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo yang pergi dari desanya.

Mereka dimungkinkan meninggalakan desa sejak sebulan yang lalu, hingga rombongan terakhir pada Sabtu (9/3/2019) lalu. Pergi ke salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kesambon Kabupaten Malang.

“Kami intinya memang membenarkan sebagian warga Desa Watu Bonang pergi ke salah satu pondok pesantren di Malang,” kata Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, Kamis (14/3/2019).

Namun informasi dari Malang, warga Ponorogo yang ada di Pondok tersebut berjumlah 42 orang. Sedangkan kalau dari Ponorogo yang berangkat 52 orang.

“Ini masih akan dikonfirmasi kebenarannya. Apakah 52 orang itu semuanya pergi ke Malang atau tidak,” katanya.

Sejak kasus ini mencuat, pihaknya intens berkordinasi dengan Polres Batu. Informasi yang beredar, banyak yang tidak benar. Dia mencontohkan ada bahasa kiamat, pedang, foto dan yang lainnya itu tidak benar. Memang ada foto yang terjual tetapi harganya juga masih wajar.

”Masyarakat itu tahunya dari kordinator di Desa Watu Bonang bernama Katimun. Bukan dari Pondok Pesantrennya yang di Malang,” katanya.

Ketua MUI Ponorogo Ansor M. Rusdi angkat bicara tentang banyaknya warga desa Watu Bonang Badegan yang pergi ke Malang. Dimana di media sosial ramai diperbincangkan alasan warga tersebut karena mendapat isu doktrin bahwa kiamat pertama bakal terjadi di desa itu.

“Rasullah Muhammad SAW sendiri tidak menyebutkan kapan terjadinya kiamat dan belum diketahui pastinya,’’ katanya.

Dia menjelaskan  kiamat memang harus kita yakini. Karena sudah disebutkan jelas di Rukun Iman. Dan tanda-tanda kiamat di ajaran Islam memang ada. Rusdi menegaskan  jika ada isu kiamat hanya ingin mengacau.

“Tapi ya tidak disebutkan tempat pertama kiamat itu dimana,’’ katanya.

You might also like