Pengadaan Lampu PJU Jembatan Baturusa Diduga Bermasalah

Begini Penampakan Jembatan Baturusa di malam hari, minim penerangan lantaran lampu PJU nya sebagian besar tidak berfungsi sebagaimana mestinya, Kamis (7/3)

Forumkeadilan.com, Baturusa – Pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan Jembatan Baturusa yang menelan dana hingga mencapai 46 milyar rupiah hingga kini masih menyisahkan persoalan.

Pasalnya selain kondisi dinding penahan tanah (talud) pada oprit Jembatan Baturusa sudah retak hingga menimbulkan kekhawatiran pengguna jalan. Ternyata pemasangan lampu Jalan Penerangan Umum (JPU) di sekitar Jembatan Baturusa juga diduga bermasalah.

Dari pantauan, Kamis (7/3) malam sebagian besar lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar Jembatan Baturusa itu tidak berfungsi / tidak menyala. Padahal dari informasi yang dihimpun sedikitnya ada sekitar 20 unit lampu PJU yang di pasang di sekitaran Jembatan Baturusa dan proyek pengadaan lampu PJU ini kabarnya masuk dalam paket pembangunan Jembatan Baturusa yang bernilai 46 milyar rupiah.

Dari sumber forumkeadilanbabel.com menyebutkan jika lampu PJU yang berjumlah sekitar 20 unit yang telah terpasang di sekitaran Jembatan Baturusa tersebut adalah lampu yang diduga kuat barang rijeck.
“Lampu PJU yang dipasang dekat Jembatan Baturusa itu barang yang sudah di apkir (ditolak) dari tempat lain. Tapi dibawa ke sini (Jembatan Baturusa, red) untuk dipasang,” ungkap sumber, Kamis (7/3).

Maka kata dia, kalau lampu tersebut tidak menyala itu wajar sebab barangnya barang yang di tolak ditempat lain kemudian dipasang di Jembatan Baturusa.
“Dari awal kami ingatkan kontraktor soal lampu PJU itu. Ini barang sudah di apkir dari tempat lain maka tidak usah dipasang di sini. Tapi kontraktor tetap memasang. Akhirnya ya seperti ini hasilnya,” terangnya.

Berdasarkan informasi yang didapat jika anggaran pengadaan lampu PJU jenis solar sell (tenaga surya) beserta tiang di kementerian untuk satu unit mencapai Rp.30 juta hingga Rp.40juta. Lalu seberapa besar anggaran pengadaan lampu PJU di Jembatan Baturusa yang saat ini tidak berfungsi?

Sementara itu Pendi yang disebut sebut selaku PPK Proyek pembangunan Jembatan Baturusa TA 2018 mengatakan telah menyurati pihak kontraktor terkait tidak berfungsinya sebagian lampu PJU di Jembatan Baturusa.

“Pihak satker PJN Babel sudah menyurati pihak kontraktor terkait sebagian lampu PJU di Jembatan Baturusa yang tidak berfungsi,” kata Pendi kepada wartawan di salah satu media online belum lama ini.

Hingga berita ini diturunkan forumkeadilan.com masih dalam upaya konfirmasi ke pihak satker PJN Babel.

Seperti diketahui pembangunan jembatan Baturusa termasuk pemasangan lampu PJU di sekitar Jembatan itu merupakan kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktur Jendral Bina Marga Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Bangka Belitung dengan biaya mencapai Rp 46 Miliar lebih. Proyek pembangunan jembatan tersebut, dilaksanakan oleh Kontraktor PT Ricky Kencana Sukses Mandiri dengan nomor kontrak HK. 02.03/PPK01-BB/128 dan sudah mulai open trip sejak tanggal 22 Desember 2018 lalu. Namun sayangnya belum genap 3 bulan berfungsi di beberapa bagian fisik Jembatan sudah retak – retak, termasuk lampu PJU nya yang saat ini tak berfungsi lagi.(Red)

 

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.