Pembunuh Adik Ipar Divonis 12 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar menjatuhkan vonis selama 12 tahun penjara terhadap terdakwa perkara pembunuhan, Sudarman alias Koja (40), Senin (25/3/2019).

Ketua majelis hakim, Widiarso dalam pembacaan vonisnya menyebut bahwa terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sudarman alias Koja dengan hukuman 12 tahun penjara,” kata Widiarso di Pengadilan Negeri Makassar.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum, Adrian Dwi Saputra menuntut terdakwa dengan pasal 338 KUHPidana dengan 15 tahun penjara.

Terdakwa sepanjang mengikuti persidangan hanya bisa tertunduk lesu mendengarkan vonis hukuman yang dijatuhkan oleh majelis hakim.

Sudarman sebelumnya didakwa melakukan penganiayaan hingga menewaskan korban Azis Duma yang tak lain adalah adik iparnya sendiri. Ia menusuk korban sebanyak 21 kali tusukan dengan menggunakan sebilah pisau pada bagian dada, perut dan wajah korban.

Peristiwa itu terjadi di Jl Sinassara, Kecamatan Kaluku Bodoa, pada 20 Agustus 2018 tahun lalu. Kala itu istri terdakwa bernama Sri Darmawanti yang baru saja pulang kerja memberitahukan kepada suaminya telah mendapat telpon dan sms dari korban. Isi pesanya, Damayanti diminta oleh korban menjual diri jika tidak mampu membayar utangnya senilai Rp 300 ribu. Bahkan, istri terdakwa diancam dipukul dan rumahnya akan dibakar.

Tidak sampai disitu, korban kembali menelpon terdakwa dan meminta agar istrinya disuruh melunasi utangnya. Saat itulah korban dan terdakwa baku cekcok lewat telpon.

Setelah itu, keduanya mengajak bertemu dan berkelahi di lorong depan rumah terdakwa di Jl Sinassara, Kecamatan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar,

Sekitar pukul 21.30 Wita, terdakwa mengambil sebilah pisau dapur dan menunggu korban di depan rumahnya, tetapi kala itu korban tidak datang.

Lalu pada Senin 20 Agustus, korban yang sedang melintas dengan mengenakan sepeda motor melihat terdakwa yang sementara mangkal di Jl Sinnasara. Korban kemudian menghampiri terdakwa dan langsung meneriaki. Terdakwa yang tak terima langsung menghunuskan dua  bilah pisau, milik mertua dan pisau dapur milik istrinya. Pelaku kemudian menikam korban berkali kali dengan menggunakan dua bilah pisau di tangganya.

You might also like