Pelatih Sepakbola Selundupkan Sabu Dalam Perut

Ditangkap Satnarkoba Polres Tanjungbalai di Pelabuhan Teluk Nibung

Noorul Zaman Bin Mohd Amin tak berdaya ketika personil Satnarkoba Polres Tanjungbalai mencokoknya di Terminal Pelabuhan Internasional Teluk Nibung. Pria 42 tahun yang berporofesi sebagai pelatih sepakbola di Malaysia itu, diringkus karena menyelundupkan narkoba jenis sabu di dalam perutnya.

Keterangan diperoleh, Senin (11/3/2019) subuh, Noorul Zaman ditangkap Sabtu (9/3/2019) pukul 16.30 WIB. Setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil membekuk rekannya, Pamuji, Minggu (10/3/2019) pagi.

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai melalui Kasat Narkoba AKP Adi Haryono menyebutkan, tersangka penyelundup sabunya yakni Noorul Zaman Bin Mohd Amin merupakan warga Malaysia yang beralamat di Bandar Baru Sentul, Kuala Lumpur, Malaysia. Sedangkan perantara penerima sabu adalah Pamuji (22), warga Jalan Yusuf Jintan, Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. Polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 76,4 gram (bruto), sepasang sepatu bola warna kuning, 2 unit HP Samsung warna hitam dan putih dan uang tunai Rp400.000.

“Awalnya kita menerima informasi dari personel KPP Bea Cukai Teluk Nibung yang sedang bertugas di Terminal Pelabuhan Internasional Teluk Nibung, bahwa telah diamankan seorang laki-laki WN Malaysia, penumpang kapal Ferry ke Indonesia, diduga membawa narkotika jenis shabu,” kata Adi Haryono.

Menindaklanjut informasi tersebut, personel Satres Narkoba yang dipimpin langsung AKP Adi Haryono langsung menuju pelabuhan Teluk Nibung dan berkoordinasi dengan personel KPP Bea Cukai Teluk Nibung.

“Tersangka Noorul Zaman Bin Mohd Amin diamankan saat sedang berjalan keluar dari kapal Ferry menuju X-Ray. Ketika dilakukan penggeledahan badan, ditemukan 1 bungkus plastik bening berbentuk buntalan berisi diduga narkotika jenis sabu dari sepatu sebelah kanannya,” beber Adi Haryono.

Dari temuan itu, polisi dan personel KPP Bea Cukai Teluk Nibung kemudian menginterogasi Noorul Zaman. “Hasil interogasi, tersangka mengaku bahwa masih ada 2 bungkus plastik buntalan bening yang disimpan di dalam perut yang dimasukkan melalui anus,” bebernya.

Berdasarkan keterangan tersebut polisi kemudian membawa Noorul Zaman ke Rumah Sakit Setio Husodo Kisaran dan berkoordinasi dengan dokter agar mengeluarkan barang bukti sabu tersebut dari dalam perutnya. Setelah diberi obat pencahar, Noorul Zaman kemudian mengeluarkan dua bungkus sabu dari dalam perutnya. Hasil interogasi lebih lanjut, pria itu mengaku bahwa sabu tersebut merupakan titipan temannya seorang WN Malaysia berinisial HM untuk diantar ke Medan.

Personel Satres Narkoba Polres Tanjungbalai kemudian melakukan pengembangan menuju Kota Medan, bekerjasama dan berkoordinasi dengan personel Sat Res Narkoba Polrestabes Medan. Tim gabungan Satres Narkoba Polres Tanjung Balai, Sat Res Narkoba Polrestabes Medan dan KPP Bea Cukai Teluk Nibung selanjutnya mengamankan Pamuji di SPBU H Anif, Jalan Cemara Medan. “Tersangka Pamuji ini disuruh oleh seseorang yang memesan sabu tersebut kepada HM,” jelas Adi Haryono.

Kedua tersangka berikut barang bukti kemudian dibawa ke Sat Res Narkoba Polres Tanjung Balai untuk penyelidikan dan penyidikan. “Kita masih melakukan pengembangan atas jaringan ini,” tukasnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.