PELECEHAN SEKS ANAK

Idris, Penembak Subaidi Dituntut Seumur Hidup

Terdakwa Idris terduga pelaku penembakan terhadap Subaidi dituntut hukuman penjara seumur hidup oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam agenda sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Selasa (12/3/2019).

Saat sidang berlangsung, Jaksa menilai terdakwa Idris melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Ada 45 lembar surat tuntutan, terdakwa dituntut seumur hidup sampai meninggal di penjara,” kata JPU Nur Sholikin.

Menanggapi tuntutan jaksa, Kuasa Hukum Idris akan mempersiap pleidoi atau nota pembelaan pada persidangan lanjutan. Dalam persidangan, terdakwa mengakui perbuatan yang menghilangkan nyawa korban Subaidi dengan cara menembak.

“Sidang lanjutan agenda pledoi nanti pekan depan, kalau perbuatan menembak diakui, tapi apakah itu pembunuhan berencana atau tidak nanti di sidang pledoi,” ujar Arman Syahputra.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-bata (IKABA) Salim Segav, mengaku sangat kecewa atas tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa seumur hidup. Seharusnya jaksa menuntut hukuman mati.

“Kami sangat kecewa dengan tuntutan JPU. Sebab, fakta-fakta persidangan dan alat bukti terdakwa seharusnya dituntut hukuman mati,” tandasnya.

Sekedar diketahui, kasus pembunuhan dengan cara menembak yang dilakukan Idris warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah, terjadi Rabu 21 November 2018 di Jalan Desa Sokobanah Tengah. Pistol yang digunakan terdakwa yakni tipe baretta buatan Itali caliber 9 mm atau sejenis dengan pistol militer

You might also like