PELECEHAN SEKS ANAK

Alasan Sandiaga Uno Ditolak Di Pesantren Buntet Cirebon

Pimpinan Pondok Buntet Pesantren, KH Adib Rofiuddin, memberikan tanggapan alasan penolakan Sandiaga Uno Jumat (1/3) lalu berkunjung ke pesantren di Kabupaten Cirebon itu.

KH Adib Rofiuddin mengungkapkan  penolakan tersebut bukan karena sikap arogansi melainkan bentuk kemaslahatan secara umum, agar penyelengaraan Pilpres 2019 berjalan aman dan damai.

Menurutnya, ia telah berulangkali komunikasi baik-baik, dengan tim Cawapres 02 tersebut agar tidak ke Buntet Pesantren.

Tapi menurut Kiayi Adib, tim Cawapres 02 tersebut memaksa datang ke Buntet Pesantren dengan menghadirkan Sandiaga Uno secara langsung.

“Kami sebenarnya tidak ingin membuat pernyataan seperti itu. Tetapi karena di sana memaksa, maka kami pun dengan terpaksa pula memberikan pernyataan bahwa kami menolak kedatangan beliau. Jadi intinya ini untuk kemaslahatan secara umum,” kata KH Adib Rofiuddin, Sabtu (2/3/2019).

Pihaknya juga menjelaskan, tim dari Cawapres 02 tersebut, seringkali bertemu dengan dirinya dan ia bicara baik-baik, bahwa dari Buntet Pesantren telah menyatakan sikap mendukung Cawapres 01, yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Nah kemudian tiba-tiba timnya Pak Sandi sudah ada di Cirebon yakni ke Buntet. Maka alasan kami itu yaitu bahwa kami dari pesantren Buntet punya hubungan famili dengan KH Ma’ruf Amin dan juga beliau adalah Rois ‘Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” jelas KH Adib.

Sementara itu, Ketua Umum Jokman (Jokowi Mania Nusantara), Imanuel Ebenezer, mengungkapkan yang dilakukan pimpinan Pondok Buntet Pesantren tersebut merupakan sebuah langkah agar Pilpres 2019 berjalan lancar, aman dan damai.

“Itu bukan sebagai penolakan, melainkan mengingatkan untuk demi kelancaran ke depan Pak Sandiaga Uno dan tim yang mendukung calon Presiden dan Wakil Presiden, 02 tersebut,” kata pemuda yang sempat menyebut peserta aksi 212 adalah wisatawan penghamba uang ini.

“Pak Kiayi itu sebenarnya mendoakan, bahwa pemilu ke depan ini bisa berjalan dengan damai dan lancar,” pungkas Imanuel yang kasus komentarnya pada peserta aksi 212, sudah dilaporkan ke polisi itu.

Imanuel juga menambahkan, di Cirebon sendiri ia berharap kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin berada pada 80 persen.

Menurutnya, tim pemenangan Prabowo-Sandi harus bisa menghargai kondisi di pesantren Buntet, yang telah bulat mendukung 01 tersebut.

“Dan pertama, sikap Kiayi Buntet atau pimpinan pesantren Buntet harus dihormati BPN. Kedua jangan lagi difreaming seakan-akan Buntet ini melakukan penolakan dengan cara tidak terhormat,” ujar Emanuel.

Emanuel juga menjelaskan, sikap penolakan Kiayi Buntet Pesantren terhadap kedatangan Sandiaga Uno di Buntet pihaknya telah mencium aroma freaming dilakukan Cawapres 02 tersebut.

“Kan kemudian Sandiaga Uno beberapa jam memberikan klarifikasi bahwa dia tidak punya niatan datang. Itu kan nggak bener juga. Dia seakan-akan memfreaming bahwa Kiayi Buntet melakukan kebohongan. Dan itu keji juga,” ungkapnya.

Menurut Emanual, seorang Kiayi, terangnya tidak mungkin melakukan sikap kebohongan, karena jelasnya Kiayi pribadi yang jauh dari persoalan duniawi dan menuntun umat untuk berbuat kebaikan dan juga kejujuran.

“Masa Kiayi berbohong dengan hal yang tidak penting. Kiayi itu nggak dapat duit, tidak mendapat jabatan dan tidak mendapatkan apa-apa. Yang mungkin dilakukan Kiayi adalah berbuat jujur,” jelasnya.

You might also like