KPK IKLAN

Rejeki Penista Agama

Bebas dari penjara Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok diwartakan segera menikah lagi dengan Polisi Wanita (Polwan). Ia juga diberitakan akan bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk mendukung pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Bahkan Ahok diisukan akan menggantikan Ma’ruf Amin dikelak kemudian hari.

Sejumlah  karangan bunga  menghiasi sekitaran Markas Koros Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok. Ttepatnya di depan Gereja GPIB Gideon pada Rabu 23 Januari 2019 malam. Tiap karangan bunga biasanya ditulisi ucaman selaman. Umpamanya “Selamat Bersinar Kembali, Sang Purnama Tetaplah Menjadi Kitab yang Terbuka untuk Kemuliaan Tuhan.”  Begitu tulis salah satu karangan bunga terpampang.

“Sang Purnama” yang dimaksud adalah Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta. Karangan bunga itu dikirim bukan karena Ahok menikah lagi, melainkan untuk menyambut kebebasannya.

Terlihat ada lima karangan bunga yang menyambut bebasnya pria yang kini ingin disapa BTP tersebut. BTP adalah singakatan Basuki Thahaya Purnama.

Beberapa wartawan pun telah banyak yang berjaga di sekitar Mako menjelang tengah malam. Beberapa pengendara kendaraan motor yang melintasi Jalan Komjen Pol M Jasin juga sesekali berhenti untuk mengambil gambar karangan bunga. Dede (40 tahun) warga Mekar Sari, Depok sengaja memarkirkan kendaraannya untuk mengabadikan karangan bunga tersebut. Ia mengaku tahu mengenai kabar mengenai bebasnya Ahok  melalui portal berita. “Saya lihat di internet beritanya katanya Ahok bebas besok, pas kebetulan lewat sini udah ramai ginian (karangan bunga),” katanya.

Detik-detik pembebasan Ahok (Instagram/basukibtp)

Dan keesokan harinya, Kami pagi 24 Januari 2019,  Basuki Tjahaya Purnama, menghirup udara bebas dengan sambuta meriah di sana-sini.

Sebelum melanjutkan kisah bebasnya Ahok,  perlu diingatkan kembali, Pengadilan Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara terhadap  Ahok atas perkara penistaan atau penodaan agama, yakni Agama Islam, pada 9 Mei 2017 lalu. Ahok juga pernah mengajukan Peninjauan Kembali (PK), namun ditolak Majelis Hakim Agung yang terdiri dari Artidjo Alkostar, Salman Lurhan, dan Margiatmo pada 26 Maret 2018. Ahok pun mendekam di Mako Brimob, bukan di Lapas Cipinang atau penjara lainnya.

Sejak menjalani masa hukuman, mantan Bupati Belitung Timur itu mendapat remisi Natal 2017 selama 15 hari, dan remisi umum 17 Agustus 2018 selama dua bulan. Terakhir, dikabulkannya  remisi Natal 2018 selama 1 bulan, maka total remisi Ahok selama menjalani masa hukuman yakni 3 bulan 15 hari.

Kita lanjutkan cerita masa kebebasannya. Ahok dikabarkan telah meninggalkan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok sejak Kamis pagi 24 Januari 2019i.  “Bapak Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sudah keluar dari Mako Brimob Kelapa Dua kurang lebih pukul 07.30 WIB,”  tutur staf Ahok, Ima Mahdiah lewat pesan singkatnta kepada wartawan, Kamis 24 Januari 2019.

Menurut  Ima, saat keluar dari tahanan, Ahok dijemput oleh putra sulungnya Nicholas Sean dan perwakilan dari Tim BTP. Usai dijemput Ahok pun langsung menuju kediaman. Sayangnya, Ima tidak memerinci alamat kediaman mantan suami Veronica Tan itu.

Sementara itu, Massa pendukung Ahok terlihat memadati area di seberang gerbang masuk Mako Brimob. Mereka berkumpul di seberang markas Brimob itu hingga membuat arus kendaraan di Jalan Akses UI padat merayap. Di area gerbang masuk Mako Brimob, tampak banyak polisi yang berjaga. Di area itu juga dipasang kawat besi pengamanan sehingga massa hanya berkumpul di seberang Mako Brimob.

Massa sudah datang sejak pagi ini. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang datang pada Rabu 23 Januari 2019 hingga Kamis 24 Januari 2019 dini hari. Maksud kedatangan mereka yakni untuk menyambut kebebasan Ahok.

Sebelumnya pada Rabu  23 Januari,  Kuasa hukum Ahok, Teguh Samudera menuturkan, kliennya meminta elemen masyarakat yang selama ini memberi dukungan untuk tidak menjemput dirinya. Sebab hal itu hanya akan menimbulkan kemacetan sehingga merugikan banyak orang. “Iya Pak Ahok meminta kepada pendukung untuk tidak perlu menjemput ke Mako (Brimob). Karena bisa merugikan masyarakat, bikin macat, menghambat aktivitas masyarakat,” ujar dia.

Demonstran membawa papan bertuliskan tuntutan atas penangkapan Gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, yang dianggap menistakan agama, di Jakarta (2/12). (Reuters/Darren Whiteside)

Selain itu Ahok meminta tim penasehat hukum untuk juga tidak menjemputnya. Ahok selepas dari Rumah Tahanan Mako Brimob akan langsung beristirahat di rumahnya di Pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Rencananya setelah beberapa hari di Jakarta, kata Teguh, Ahok akan bertolak ke kampung halamannya di Belitung Timur. “Nanti mungkin setelah beberapa hari di Jakarta, kalau memang sudah cukup, baru ke Beltim (Belitung Timur),” ucap Teguh.

Diketahui, Pengadilan Jakarta Utara menjatuhkan vonis 2 tahun penjara terhadap BTP atau Ahok atas perkara penodaan agama pada 9 Mei 2017 lalu. BTP juga pernah mengajukan PK, namun ditolak Majelis Hakim Agung yang terdiri dari Artidjo Alkostar, Salman Lurhan, dan Margiatmo pada 26 Maret 2018.

Adapun, sejak menjalani masa hukuman kasus penodaan agama, mantan Bupati Belitung Timur itu mendapat remisi Natal 2017 selama 15 hari, dan remisi umum 17 Agustus 2018 selama dua bulan. Terakhir, dikabulkannya  remisi Natal 2018 selama 1 bulan, maka total remisi Ahok selama menjalani masa hukuman yakni 3 bulan 15 hari.

Selagi masih merasai indahnya kebebasan, politik sudah menggodanya, bahkan sebelum bebas ia sudah disapa oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai pimpinan Megawati Sokearnoputri itu, mempersilahkan Ahok bergabung, tentu sekalugus mendukung Joko Widodo sebagai calon Presiden. Syaratnya gampang. “Untuk jadi anggota PDIP, seseorang harus mengajukan pernyataan tertulis,” kata Sekretaris Jenderal  DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di sela Safari Kebangsaan V di Jakarta, Sabtu 20 Januari 2019 atau empat jari sebelum Ahok bebas.

Kendati begitu, Hasto memahami apabila Ahok ingin fokus pada urusan pribadi terlebih dahulu selepas keluar dari Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Sehingga tak harus bergelut ke dunia politik terlebih dahulu. “Orang perlu menikmati hidup, tidak hanya memikirkan urusan politik dengan menjadi pengurus partai. Jadi, kami berikan kesempatan untuk Pak Ahok untuk menikmati kehidupan pribadinya dahulu,” katanya.

Apa saja yang termasuk urusan pribadi? Kawin lagi tentunya. Setelah bebas, Ahok dikabarkan akan segera melepas masa dudanya pada 15 Februari 2019. Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi. Edi mengaku bahwa dirinya mendengar langsung curhatan Ahok saat mengunjungi mantan Bupati Belitung Timur itu di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, beberapa pekan lalu.

“Saya lihat kondisinya sehat. Dan dia juga banyak rencana-rencana untuk bagaimana nanti setelah dia ke luar. Karena dia berpikiran tanggal 15 Februari dia akan melangsungkan pernikahan dengan calonnya,” ujar Edi. 

Lebih lanjut, Edi menyebut bahwa nantinya yang akan menjadi saksi di pernikahan Ahok adalah dirinya. Edi juga menuturkan bahwa Ahok akan melangsungkan pernikahannya di Jakarta.  “Saya yang jadi saksinya. (Lokasi) Di Jakarta pokoknya deh,” ungkap Edi.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceritakan kisah cinta bersama Bripda Puput Nastiti Dewi. (www.alinea.id)

Calon istri baru Ahok disebut-sebut seorang polisi wanita, yakni Bripda Puput Nastiti Devi, mantam ajudan Veronica Tan, istri Ahok semasa masih menjabat Hubernur DKI Jakarta.

Kabar itu kian santar setelah  orang tua  Puput disebu-sebut telah mengurus catatan administrasi di kelurahan domisilinya yakni Pasir Gunung Selatan, Kota Depok. Saat dikonfirmasi, Lurah Pasir Gunung Selatan, Aslih Sinten mengatakan orang tua dari Puput telah mengurus administrasi itu sepekan lalu. Dari dokumen, katanya, pernikahan Ahok-Puput bakal dicatat di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Jakarta Pusat.

Hal itu tercatat di dokumen N4 atau surat keterangan orang tua calon pengantin yang disampaikan orang tua Puput ke kelurahan. “Di N4 kalau tidak salah menikah di atau ke Disdukcapil Menteng, Jakarta Pusat,” kata Lurah Pasir Gunung Selatan Aslih Sinten saat ditemui wartawan di kantornya di Depok, Kamis 24 Januari 2019.

Aslih mengatakan surat itu sudah diajukan orang tua Puput pada 16 Januari 2019. Aslih mengaku menandatangani surat tersebut sehari setelahnya. Aslih mengonfirmasi seluruh dokumen sudah memenuhi syarat, termasuk agama kedua mempelai yang sudah tak lagi berbeda. Hal ini sekaligus menjawab perbedaan agama antara Ahok yang memeluk Kristen dan Puput memeluk Islam. “Ya kan juga sudah bisa dilihat dari tempat nikahnya di Disdukcapil. Kalau Muslim kan di KUA,” tutur Aslih.

Untuk diingat, saat masih berada ditahanan Ahok sempat mengejutkan banyak pihak karena perceraiannya dengan Veronica Tan. Ahok menggugat cerai Veronica pada 5 Januari 2018 lalu karena kasus perselingkuhan Veronica Dan setelah menjalani beberapa kali persidangan yang tanpa dihadiri kedua belah pihak, Ahok dan Veronica pun resmi dinyatakan bercerai oleh hakim.

Walau urusan kawin adalah amat penting, Ahok tidak melupakan politik. Pada Rabu 30 Januari 2019 muncul dalam postingan instagram Ima Mahdiah @ima.mahdiah, calon anggota legislatif (caleg) DPRD DKO dari PDIP Daerah Pemilihan (Dapil) 10 Jakarta Barat. Ahok tampak mengenakan kaos pendukung Ima Mahdiah. Mirip ketika masa kampanye Pemilihan Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang dijalaninya bersama Djarot Saiful Hidayat pada tahun 2017,  Ahok mengenakan kaos berwarna merah terang lengkap dengan sablon peta Jakarta Barat, wilayah pemilihan mantan staf  Ahok kala menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Terima kasih pak @basukibtp sudah mampir ke posko. Pesan beliau yang selalu saya pegang adalah mengenai : mau melayani warga, transparan dan patuh kepada konstitusi,” tulis Ima lewat akun instagramnya.

Ahok memang diketahui mendukung mantan stafnya itu untuk maju sebagai Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta pada Pemilihan Legislatif (Pileg) pada tahun 2019. “Saya memang dari dulu ya hubungan baik dengan PDI Perjuangan ya,” kata Ahok di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (30/1/2019). Dia hadir di lokasi mengkampanyekan caleg PDIP DPRD DKI Jakarta dari Dapil 10, Ima Mahdiah. “Ini kebetulan dukung Ima. Ini kan Ima, saya ingin dia jadi anggota DPRD DKI, gitu saja,” ujar Ahok. Ima merupakan staf Ahok saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Ahok bersama dua caleg PDIP Ima Mahdiah dan Charles Honoris (istimewa)

Namun Ahok tak mau berbicara lebih jauh saat ditanya soal isu dirinya masuk parpol. Ahok mengatakan saat ini dia masih ingin santai menikmati kebebasan. Ahok bahkan telah merencanakan agenda ke luar negeri. “Saya kan ditahan 20,5 bulan. Saya kira saya juga manusia biasa kan, pengenjuga 2,5 atau 3 bulan jalan-jalan ke luar negeri lah,” ucapnya.

Toh kKabar tentang merapatnya Ahok ke PDIP tak terbendung. Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyebutkan bahwa Ahok bercerita ingin bergabung dengan PDIP jika masuk ke dunia politik lagi. “Kalau itu udah lama. Ya saya bilang ya boleh, PDIP adalah partai terbuka, siapa pun boleh asalkan setia kepada Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, konstitusi, dan patuh kepada AD/ART partai,” kata Djarot di Posko Cemara, Selasa 29 Januari 2019.

Bahkan ada hoax atau isu kelak Ahok akan menggantikan  Ma’ruf Amin yang kini menjadi Calon wakil Presiden mendapingi Joko Widodo.  Namun isu tersebut langsung dibantah oleh Ma’ruf Amin. “Dari mana itu? Itu ngarang saja itu. Emang pemilihan RT apa. Itu kan ada mekanisme-mekanisme kenegaraan yang enggak bisa seperti itu,” kata Ma’ruf di kediamannya Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Kamis 31 Januari 2019. “Emang masyarakat kita bodoh. Masyarakat kita ini kan sudah pintar. Mereka tahu bawa soal pergantian kepemimpinan nasional itu ada mekanisme yang mengatur,” imbuh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dulu berperan besar dalam mendorong Ahok masuk bui.

Hoaks tersebut dilaporkan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, usai diskusi tentang menangkal hoaks di Media Center Posko Cemara, siang ini. Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong menyampaikan ada hoaks demikian di masjid-masjid. “Karena suka atau tidak suka, faktanya tempat ibadah masjid juga menjadi arena persebaran hoaks baik melalui buletin, ceramah ceramah seperti misalnya tadi, kiai cuma beberapa tahun kemudian digantikan Ahok itu juga di ceramah ceramah menurut teman teman bisa disampaikan ke situ,” kata Usman.

KH Ma’ruf Amin/Foto : ANTARA/Hafidz Mubarak A

Lantas bagaimana reaksi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait bebasnya Ahok? Sebelum Ahok bebas Juru Kampanye Nasional BPN Ahmad Riza Patria mengaku tak gentar. “ Ahok bukan ancaman,” kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 8 Januari 2019.

Namun Riza juga berkata. “Kita sangat ingin Ahok segera keluar untuk bisa berbaur menyampaikan ide dan gagasan dan menjadi evaluasi bagi kita semua,” tutur politikus Partai Gerindra tersebut.Sedangkan

Sedangkan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno pendaping Prabowo Subianto mengirimkan doa untuk Ahok. “Ya saya hanya mendoakan yang terbaik  tentunya pada Pak Ahok, mitra berdemokrasi pada saat pilgub DKI dan tentunya saling mendoakan, saling berharap yang terbaik buat beliau,” kata Sandiaga di Tomang, Jakarta, Kamis 24 Januari 2019.

Sandiaga mengaku belum mengetahui kapan dirinya akan bertemu mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu (kemudian jadi Gubenur) yang semula diusung Partai Gerindra itu.  Sandiaga mengaku masih sibuk keliling untuk berkampanye.  Sandiaga juga memahami bila sekatang Ahok membutuhkan istirahat bersama keluarga dan tentunya punya agenda penting sendiri. Hamdani

You might also like