Polda Metro Jaya Tetapkan Terduga Penganiaya Petugas KPK, Belum Tersangka

Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan terduga pelaku terkait dugaan penganiayaan yang menimpa pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi.

Berdasarkan laporan awal yang dibuat pegawai KPK bernama Muhammad Gilang Wicaksono selaku korban itu pun telah naik ke penyidikan.

“Terduga pelaku dari Pemprov Papua,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (8/2).

Argo mengaku, pihak kepolisian akan segera memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan pekan depan.

Kabid belum menjadwalkan tanggal persis pemanggilan terduga pelaku. Tapi, dia memastikan terduga pelaku berasal dari Pemerintah Provinsi Papua yang saat kejadian menggelar rapat di Hotel Borobudur, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu lalu.

“Tunggu saja ya. Pokoknya Minggu depan. Berapa jumlahnya, nanti tunggu saja,” katanya lagi.

Gilang adalah orang yang diduga dipukul saat sedang mengambil foto aktivitas rapat antara Pemprov Papua dengan anggota DPRD Papua, di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019 malam.

Saat itu, sejumlah orang dari Pemprov Papua datang menghampiri Gilang karena tidak terima difoto. Mereka sempat menanyakan identitas Gilang.

Meski sudah mengetahui Gilang pegawai KPK, namun m

Hal ini membuat wajah Gilang mengalami luka memar dan sobek. Korban lantas melapor ke Polda Metro Jaya, Minggu, 3 Februari 2019.

Kemudian, pihak Pemprov Papua melaporkan balik pegawai KPK itu atas tuduhan pencemaran nama baik. Sebab, di dalam HP pegawai KPK yang sempat diperiksa pihak pemprov, terdapat pesan jika salah satu pejabat ada yang akan melakukan tindak suap.

“Isi pesan WhatsApp terlapor sempat dibaca. Ada kata-kata yang berisi akan ada penyuapan yang dilakukan Pemprov Papua. Faktanya tidak ada penyuapan,” kata Argo.

Atas dasar itu, pihak Pemprov Papua melalui Alexander Kapisa melaporkan kejadian ini, atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik, Senin, 4 Februari 2019. Dia melapor ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/716/II/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus.

Pasal yang dijerat yakni Tindak Pidana di bidang ITE dan pencemaran nama baik atau fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) dan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang ITE.

You might also like