Mantan Bupati Tapteng: “Saya Dibeginikan oleh Polisi Republik Indonesia”

Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Syukran Jamilan Tanjung  menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Medan. Ia bersama abangnya, Aminsyah Tanjung diadili dalam kasus penipuan dan penggelapan.

Dalam sidang yang digelar Selasa (12/2/2019), Jaksa Penuntut Umum(JPU) menuntut Sukran 3 tahun penjara. Tuntutan serupa juga terhadap Amirsyah Tanjung. Keduanya dianggap terbukti bersalah melakukan tindak pidana sesuai yang diatur dan diancam pidana dalam dakwaan pertama yakni Pasal 378 Jo Pasal 55(1) ke 1 KUHP.

Usai persidangan Sukron didampingi penasehat hukumnya membeberkan keluhan yang selama ini dipendamnya. Menurut Sukran dirinya telah dizolimi dan dikriminalisasi. Menurutnya, jaksa mengada-ada dan sangat impropisasi. Ia juga tidak mengetahui apa yang dilakukan Josua Marudut Tua Habeahaan yang telah melaporkannya.

“Katanya ada uang Rp75 juta, dan katanya ada uang Rp375 juta yang dikait-kaitkan kepada saya. Naifnya, kasus ini mencuat dan ia menjalani pemeriksaan setelah setahun tidak lagi menjabat Bupati Tapteng baru tahu ada laporan yang dibuat korban kepada saya dan abang saya,” ujarnya.

Namun faktanya selama sidang, Roland Limbong yang disebut-sebut menerima uang dari Josua mengaku dipersidangan tidak ada menerima uang sebesar Rp75 juta. Lebih anehnya lagi soal transferan kepada Umar Hasibuan senilai Rp375 Juta yang dilakukan korban kepada Umar Hasibuan dikaitkan kepada dirinya juga dinilai salah alamat karena abangnya adalah Amirsyah dan bukan Umar Hasibuan.

Ini sudah jelas faktanya, bahwa ia dan abangnya tidak terbukti dalam persidangan, termasuk Umar pun tidak pernah dihadirkan dalam persidangan.

Syukran menilai ada nuansa politik dalam kasus ini. Ia bersama abangnya akan melawan ketidakadilan ini. Bahkan ia pun bersumpah sampai ke lubang semut pun ia akan mencari keadilan.”Saya tidak tahu kasusnya apalagi sampai memakan uangnya,” ujarnya.

Selama menjabat Bupati, ia menyampaikan melakukan yang terbaik untuk Tapanuli Tengah, bahkan ia memindahkan Kantor Polres Tapteng yang ada di Sibolga untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. “Tapi saya dibeginikan oleh Polisi Republik Indonesia,” sesalnya seperti dikutip dari elshinta.com.

Syukran mengaku saat ini dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Pemenangan daerah Pilpres Jokowi-Maruf. “Orang bilang kalau melawan pemerintah dikriminalisasi. Tapi saya yang mendukung pemerintah justru dikriminalisasi,” ujarnya seraya memohon keadilan kepada majelis hakim. (zainul/apri)

You might also like