Jual Aset Negara, Dekopinwil Aceh Utus Tim Investigasi ke Lhokseumawe

 

Terkait penjualan asset milik Negara yakni sebidang tanah dengan 1600 meter yang terletak dikawasan Desa Alu Awe, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Aceh (Dekopinwil) menurutkan tim Investigasi, Rabu (23/2).

Tim investigasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Dekopinwil Aceh Zulhaimi Agam SE, bersama para pengurus Dekopinwil Aceh lainnya, serta turut melibatkan Ketua Dekopinda Aceh Utara yakni Rajuddin SH. Tim saat tiba di Lhokseumawe langsung menggelar rapat dengan beberapa pihak terkait diantaranya pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Aceh Utara di aula Wisma Kuta Karang untuk langkah awal.

Selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Wilayah Kota Lhokseumawe untuk mendalami kasus tersebut yang disinyalir ada pemalsuan dokumen sehingga pihak BPN kebobolan dalam mengeluarkan sertifikat.

Sementara itu, Ketua Dekopin Aceh Utara Rajuddin kepada FORUMKEADILAN usai pertemuan tersebut mengatakan, Dekopinda sangat menyayangkan terkait penjualan asset milik negara tersebut. Dan saat sampai saat ini tanah tersebut masih dalam daftar inventaris Departemen Koperasi Indonesia, yang dikelola oleh Dekopinwil Aceh.

“Tanah itu merupakan aset Negara dibawah Departemen Koperasi Indonesia, yang di kelolaan oleh Dekopinwil Aceh serta di pinjam pakaikan kepada Dekopinda Aceh Utara. Namun mengapa tiba-tiba ketua Dekopinda Kota Lhokseumawe telah menjualnya kepada salah seorang pengusaha SPBU di Kota Lhokseumawe.” Ujar Ketua Dekopinda Aceh Utara yang juga salah seorang Calon Anggota Legeslatif Aceh yang terdaftar di daerah pemilihan (Dapil) 5 dari Partai Hanura.

Sembari menambahkan, dirinya baru saja menjabat sebagai ketua Dekopinda Aceh Utara yakni sejak 2018 sehingga dirinya belum tau persis terkait asset-asset yang di miliki dan dikelola oleh pihaknya. Sehingga ketika mendengar ada penjualan asset milik negara yang di kelola oleh Dekopinwil Aceh dirinya merasa terkejut, terlebih asset tersebut dipinjam pakaikan kepada Dekopinda di daerahnya.

“Bila berbicara segi aturan, apa lagi terkait undang-undang perlindungan aset Negara, itu sangat jelas tertera bahwa aset negara tidak boleh dipindah tangankan, apa lagi sampai terjadinya transaksi jual beli” papar Rajuddin.

“Menindak lanjuti dugaan kasus jual beli asset milik negara tersebut maka Dekopinwil Aceh membentuk Tim Investigasi, untuk tahap awal pihaknya akan menelusuri atas dasar apa tanah tersebut bisa beralih menjadi hak milik perseorangan. Jika memang di temukan adanya kesalahan terhadap penerbitan sertifikat, maka Tim akan menyampaikan kepada pihak BPN agar sementara ini di blokir dulu supaya tidak lagi terjadi transaksi terhadap aset tersebut”, jelasnya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Suhaimi Agam SE, Ketua Dekopinwil Aceh yang juga dipercayai menjadi  Ketua Tim Investigasi dalam kasus tersebut mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada awak media yang telah memberitakan terkait penjualan asset negara yang berada di Desa Alu Awe Alue Awe.        

“Sebelumnya Dekopinwil Aceh tidak mengetahui telah terjadinya transaksi jual beli asset negara yang di lakukan oleh ketua dekopinda Lhokseumawe kepada pengusaha”, ungkap Suhaimi.

Lanjutnya, atas dasar itu,Tim dari Dekopinwil Aceh menurunkan Tim Investigasi dan Verifikasi terkait asset yang di perjual belikan. Dalam hal ini Dekopinwil Aceh tidak melihat proses penjualan akan tetapi pihaknya hanya ingin meluruskan dan memposisikan diri sebagai pembina.

“Kita melihat verefikasi berkasnya, karena ini telah terbukti merupakan asset Negara yang di pinjam pakaikan kepada Dekopinda Aceh Utara. Dalam hal ini kita juga melihat kondisi ril dilapangan, yang kita ketahui berdasarkan surat dari Kementrian bahwa kepemilikan tanah tersebut berupa kepemilikan Kementerian Koperasi”, tuturnya.

Nantinya bila tim investigasi sudah sudah memiliki bukti autentik, maka Dekopinwil Aceh akan mengambil sikap atau tindak lanjut, dan memaparkan hasi investigasi tersebut pada Rakornas Dekopin se-sumatra di Padang yang akan berlangsung 4 sampai 6 maret mendatang.(RED)

You might also like