Hakim Vonis Kompol Fahrizal Masuk RS Jiwa Karena Tembak Mati Adik Ipar

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan memutuskan Kompol Fahrizal terbukti bersalah melakukan penembakan terhadap adik iparnya Jumingan akan tetap tidak dapat dimintai pertanggungjawaban karena mengalami gangguan jiwa. Untuk ity majelis hakim yang diketuai Deson Togatorop memerintahkan agar Fahrizal dikeluarkan dari tahanan untuk selanjutnya menjalani perawatan di RS Jiwa. 

Majelis hakim dalam persidangan yang digelar Kamis (7/2/2019) menyebutkan bahwa terdakwa mengalami gangguan kejiwaan tepat skizofernia paranoid dan pernah mendapatkan perawatan, sehingga ini menjadi satu diantara pertimbangan majelis hakim.

Meski terdakwa terbukti melanggar Pasal 338 KUHP tapi terhadap terdakwa tidak dapat diminta pertanggungjwaban pidana karena pada saat kejadian, kondisi kejiwaan terdakwa terganggu. Jadi sesuai dengan ketentuan Pasal 44 KUHP jika terdakwa mengalami gangguan jiwa dia tidak bisa dimintai pertanggungjawaban pidana.

Usai membacakan putusan, penuntut umum dari Kejati Sumut, Randi Tambunan dan Julisman selaku penasehat hukum terdakwa tidak mengajukan banding.

Di luar persidangan, Julisman menegaskan pihaknya segera berkordinasi dengan pihak kejaksaan tentang pelaksanaan putusan hakim yang memerintahkan agar Fahrizal menjalani perobatan medis di RS Jiwa. Nantinya, lanjut Julisman menyebutkan terdakwa akan menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Prof.Dr.M. Ildrem yang berada Jalan Tali Air No. 21, Medan Tuntungan Medan.

Seperti diberitakan, Kompol Fahriza yang pernah menjabat Kasatreskrim Polrestabes Medan dan terakhir Wakapolres Lombok ini ketika berkunjung kerumah orangtuanya didakwa melakukan pembunuhan karena menembak mati adik iparnya, Jumingan, Rabu (4/4/2018) malam. Setelah melepaskan 6 tembakan, dia menyerahkan diri ke Polrestabes Medan.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.