Dua Kepala Desa Di Sukabumi Ditahan Karena Korupsi

Korupsi bukan hanya dilakungan kalangan elit saja, melainkan juga sudah merambah ke tingkatan bawah setingkat desa.

Seperti di Sukabumi, sudah ada beberapa kasus korupsi yang melibatkan kepala desa (kades). Terbaru, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi menahan dua kades sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor), Kamis (31/1/2019).

Kedua tersangka tersebut yakni berinisial Y, Kades Cibuntu, Kecamatan Simpenana dan EN Kades Pagelaran, Kecamatan Purabaya.

Mereka diduga tersandung kasus tipikor Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2016 dan 2017.

“Hari ini (kemarin.red), kita telah menetapkan penahanan dua tersangka kades dari mulai sekarang hingga 20 hari kedepan. Juga, melakukan penyerahan Barang Bukti (BB) dan proses pelimpahan berkas dari pihak kepolisian,” kata tim penyidik dari Kejari Kabupaten Sukabumi, Rizal Jamaludin kepada Radar Sukabumi (Grup Pojokjabar), Kamis (31/1).

Adapun rincian uang negara yang dirugikan yaitu sekitar Rp 551 juta oleh tersangka Y dari ADD dan DD tahun 2016 dan 2017 sesuai perhitungan Inspektorat Kabupaten Sukabumi. Sementara, tersangka EN sekitar Rp 636 juta dari ADD dan DD tahun 2017.

“Penahanan dilakukan setelah adanya kelengkapan alat bukti dan dikhawatirkan keduanya melarikan diri serta menghilangkan barang bukti,” tegasnya.

Untuk kasus EN sambung Rizal, berdasarkan dari laporan masyarakat dan ditindak lanjuti pihak Inspektorat Kabupaten Sukabumi. Sementara kasus Y, merupakan limpahan dari pihak Polres Sukabumi.

“Kedua tersangka kita titipkan di Lapas Klas II B Warungkiara,” ujar Rizal.

Sementara, pihaknya saat ini belum dapat menentukan apakah akan ada tersangka lain yang ditetapkan atau tidak. Sementara selain pemeriksaan kades, pihak kecamatan juga ikut dimintai keterangan.

“Kita lihat saja pada persidangan nanti perkembangannya seperti apa,” ucapnya. Kedua oknum kades tersebut, sebelum dibawa ke Lapas dicecar dengan beberapa pertanyaan. Namun, keduanya enggan memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang berusaha mewawancarainya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.