KPK IKLAN

Dilepas Setelah 89 Hari Ditahan di Polsek Medan Area Tanpa Surat Penahanan

Lesmana Hutapea masih berjuang mencari keadilan setelah ditahan di Polsek Medan Area selama 89 hari tanpa surat penahanan. Lesmana ditahan sejak 15 November 2018 dan dikeluarkan dari penjara pada Jumat (15/2/2019) malam. Penahanan Lesmana ditangguhkan dan dikenakan wajib lapor dua kali dalam sebulan.

Lesmana sebelumnya sempat ditahan di Polsek Medan Kota. Sesaat setelah bebas dari Polsek Medan Kota, Lesmana ditahan Polsek Medan Area. Tanpa surat penangkapan dan juga tanpa surat penahanan. Sesudah di dalam tahanan dan diproses verbal, barulah dia tahu alasan penahanannya. Dia dituduh melakukan penganiayaan, melanggar pasal 170 jo pasal 351 KUHP.

Di Kantor LBH Medan, Sabtu (16/2/2019), Lesmana yang merupakan pengurus sebuah OKP di Pandau Hulu (Jalan Jurung Medan) mengaku tidak pernah terlihat perkelahian dengan Zainal Abidin alias Ateng yang mengadukannya.”Yang berkelahi mungkin anggota saya, tetapi saya yang diadukan,” ujar Lesmana didampingi kuasa hukumnya, Maswan Tambak.

Adalah istrinya, Rini Agustini (33), yang uring-uringan akibat penahanan Lesmana. Ia berupaya keras agar suaminya dibebaskan. Pada 25 Januari lalu dia secara resmi menyerahkan kuasa kepada LBH Medan.

“Setelah capek berusaha ke sana-sini, akhirnya dari saudara-saudaranya dia tahu tentang LBH dan mengadu ke sini,” ungkap Maswan yang juga Kepala Divisi Buruh dan Miskin Kota LBH Medan.

Setelah LBH menerima pengaduan, Maswan bergerak cepat. Penangkapan dan penahanan oleh Polsek Medan Area yang menyalahi KUHAP diadukannya ke PN Medan untuk dipraperadilankan. Oleh PN direncanakan sidang perdana digelar tanggal 22 Februari mendatang.

Kabar sidang praperadilan inilah kemudian yang membawa “berita baik” bagi Lesmana. Persis seminggu sebelum sidang digelar, dia dikeluarkan dari tahanan Polsek Medan Area.

Sayangnya pelepasan Lesmana ‘dinodai’ oleh pihak Polsek. Lewat istrinya, Rini, kepolisian meminta dia mencabut kuasa dari LBH Medan dan sekaligus juga mencabut upaya praperadilan ke PN Medan.

“Kepolisian telah berbuat tidak wajar, melampaui kewenangannya, meminta mencabut kuasa dan membatalkan praperadilan,” tegas Maswan didampingi Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Saputra.

Kapolsek Medan Area, Kompol Kristian Sianturi belum memberi keterangan terkait kasus tersebut. Saat dihubungi, ia mengaku sedang rapat. “Saya lagi rapat,” katanya.

You might also like