KPK IKLAN

Buni Yani Akhirnya Dijebloskan Di Penjara Gunung Sindur

Terpidana Buni Yani yang kasasinya di tolak MA, akhirnya memenuhi panggilan eksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Jumat (1/2). Buni Yani baru tiba pukul 19.30 WIB.

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan selama satu jam, tim kejaksaan Pidana Umum (Pidum) Kejari Kota Depok akhirnya mengeksekusi Buni Yani ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor.

Terpidana kasus pelanggaran UU ITE ini keluar dari Kantor Kejari Depok dan digiring aparat kejaksaan dan kepolisian ke mobil tahanan Kejari Kota Depok. Buni Yani menggenakan baju koko putih sempat menyapa awak media yang menunggu di halaman Kantor Kejari Kota Depok dengan salam dua jari sebagai dukungan politik ke capres-cawapres Prabowo-Sandi.

“Saya ke Gunung Sindur,” jawab Buni Yani menjawab pertanyaan wartawan yang menayakan kemana dia dibawa.

Sebelumnya Buni Yani tak datang ke Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Jumat (1/2). Seharusnya,  Buni harus mengikuti sidang penetapan eksekusi yang akan dilaksanakan di PN Kota Depok, Jumat (1/2).

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Sufari, Buni Yani telah diberi surat pemanggilan untuk menyerahkan diri. “Kami masih menunggu Buni Yani di Kejari Depok,” ucapnya.

“Hingga pukul 17.00 WIB, dia tidak datang. Kami akan terus menunggu kedatangan saudara Buni Yani untuk mengikuti proses hukum. Kuasa hukum Buni Yani juga telah menelepon Kajari Depok dan akan kooperatif untuk datang,” jelas Sufari.

Buni Yani terjerat dalam UU ITE Pasal 32, ayat 1, dan dijatuhi Hukuman selama 18 bulan. “Jika tak datang juga maka kami akan mengambil tindakan tegas, mungkin akan dijemput paksa,” tegas Sufari.

Sementara itu, Buni Yani diketahui mendatangi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2). Ia disambut oleh dua Wakil Ketua DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Kepada dua pimpinan wakil rakyat itu, Buni Yani menjelaskan kronologi perkara hukumnya, beserta sejumlah hal yang menurutnya janggal.

You might also like