Walikota Blitar Nonaktif Samanhudi Divonis 5 Tahun Penjara

M Samanhudi Anwar tertunduk lesu. Walikota Blitar nonaktif ini, divonis 5 tahun penjara. Ia dinilai terbukti dengan sah menerima suap Rp 1,5 miliar terkait ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama.

“Menghukum terdakwa pidana selama 5 tahun penjara,” kata Ketua Majelis Hakim Agus Hamzah saat membaca putusan di ruang sidang Cakra Tipikor Juanda, Kamis (24/1/2019).

Selain mendapat hukuman penjara 5 tahun, Samanhudi harus membayar denda sebesar Rp 500 juta subsider subsider 5 bulan kurungan penjara.

Majelis hakim juga mencabut hak politik Samanhudi selama 5 tahun setelah selesai menjalani masa pidana.

“Menjatuhkan pidana tambahan kepada terdakwa berupa pencabutan hak dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana penjara pokoknya,” tegas hakim Agus.

Sementara itu, Bambang Purnomo alias Totok yang berperan sebagai perantara juga divonis penjara. Berbeda dengan Samanhudi, Totok dijatuhi hukuman 4 tahun kurungan penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan penjara.

KPK menetapkan Walikota Blitar M Samanhudi Anwar sebagai tersangka penerima suap. Tersangka penyuap adalah Susilo Prabowo selaku pihak swasta atau kontraktor berkaitan dengan ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama.

Atas perbuatannya, Samanhudi, dan Bambang Purnomo dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

You might also like