“Tilap” Dana Sampah, Dua Pejabat Madiun Tidur di Penjara

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Madiun Bambang Brasianto dan Kabid Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Domestik Priono Susilo Hadi ditahan di Lapas Kelas I Madiun.  Keduanya dijebloskan ke penjara setelah mengikuti sidang perdana kasus korupsi pengelolaan dana sampah tahun anggaran 2017 senilai Rp 2 milyar.

“Kedua terdakwa (Bambang dan Priono) ditahan selama tiga puluh hari kedepan mulai hari ini hingga 5 Februari 2019. Hakim memerintahkan menahan keduanya lantaran dikhawatirkan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Kasi Pidsus Kejari Mejayan, Bayu Novrian Dinata, kepada wartawan usai menitipkan penahanan kedua terdakwa di Lapas Kelas I Madiun, Senin (7/1/2019) malam.

Menurut Bayu, penahanan terdakwa Bambang dan Priono di Madiun sesuai perintah majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi di Surabaya. “Jadi, setelah menjalani sidang pertama pembacaan dakwaan hakim mengeluarkan penetapan penahanan terhadap dua terdakwa,” ujar Bayu.

Sebelum ditahan, kesehatan kedua terdakwa diperiksa tim kesehatan Lapas Kelas I Madiun. Kedua terdakwa akan menjalani sidang lanjutan pekan depan dengan agenda nota keberatan penasehat hukum terhadap dakwaan jaksa penuntut umum.

 

Diungkapkan Bayu kedua terdakwa merugikan keuangan negara Rp 417 juta dari total anggaran pengelolaan sampah senilai Rp 2 miliar tahun 2017. Dana tersebut dicairkan sebanyak 4 kali. Namun dalam praktiknya meski 4 kali pencairan, namun hanya satu PT dalam pengerjaan dan tidak melalui lelang.

Kedua terdakwa dibawa ke Lapas Kelas 1 Madiun dengan dikawal staf Kejaksaan Negeri Madiun. Dengan mengendarai mobil kijang Innova bernopol AE 1148 FB rombongan langsung tiba dari pengadilan Tipikor Surabaya.

Kedua terdakwa itu ditetapkan tersangka sejak Juli 2018. Namun yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan dikarenakan pertimbangan kesehatan. Sejak ditetapkan tersangka itu kedua terdakwa telah menyerahkan uang senilai Rp 450 juta untuk jaminan. Uang itu untuk penjaminan agar tidak dilakukan penahanan. Kasus ini terungkap atas laporan masyarakat.

You might also like