Tiba-Tiba Ma’ruf Amin Menyesal Turut Penjarakan Ahok. Bagaimana Terhadap Buni Yani?

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 KH Ma’ruf Amin menyesal pernah menjadi saksi kasus penistaan agama yang membuat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, masuk penjara.

Menanggapi penyesalan Ma’ruf Amin, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan pujian. Penyesalan Ma’ruf Amin merupakan bukti bahwa Ketua MUI nonaktif tersebut benar-benar ulama.

“Sebagai seorang pemimpin, seorang ulama itu kan selalu menjawab berbagai persoalan yang diajukan. Pernyataan beliau merupakan suatu hal yang menunjukkan bahwa beliau memang seorang ulama. Seorang yang selalu menjawab pertanyaan rakyat dan wartawan,” jelas Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (3/1).

Hato pun seakan menyindir kubu lawan yang sempat marah-marah dengan wartawan karena tidak terima dengan pemberitaan yang minim seputar Reuni Akbar Mujahid 212 beberapa waktu lalu.

“Itu kan hebatnya Kiai Ma’ruf di situ. Sementara yang di sana mencurigai wartawan,” sindir Hasto.

Sebelumnya, rekaman video pernyataan Ma’ruf Amin yang mengaku menyesal menjadi saksi memberatkan bagi Ahok itu menyebar di jejaring sosial. Dalam rekaman tersebut, Ma’ruf Amin tampak diwawancarai sejumlah wartawan.

“Iya, tentu saja. Cuman karena terpaksa saja kan. Iya, tentu saja. Siapa yang ingin memenjarakan orang kan. Gak mau kan. Tapi karena terpaksa. Situasi pada waktu itu prosesnya penegakkan hukum,” ujar Ma’ruf Amin.

Ma’ruf Amin menyatakan, penegakan hukum terhadap Ahok itu telah membuat dirinya terenyuh, karena sebenarnya dia tidak ingin menyusahkan orang lain.

“Ya, apa boleh buat, dengan rasa terenyuh. Walaupun abis itu saya juga minta maaf, karena juga tidak ingin menyusahkan orang, tidak ingin,” ungkap Ma’ruf dalam video tersebut.

Tapi tidak disebutkan Ma’ruf Amin mengomentari atau merasa prihatin terhadap nasib Buni Yani, seorang dosen yang dibui dengan tuduhan  menyebarkan video Ahok menista agama.

Leave A Reply

Your email address will not be published.