Polda Kalbar Diminta Transparan Bongkar Prostitusi Mucikari Mahasiwi

Prostitusi ternyata bukan hanya melibatkan kalangan artis, tapi juga sudah merambah berbagai kalangan. Mucikarinya pun beragam latar belakang. Seperti di Kalimantan Barat, mucikari prostitusinya mahasiswi yang masih aktif di dunia perguruan tinggi.

Anggota DPRD Pontianak, Mashudi menilai bisnis prostitusi online tersebut tak hanya terjadi di kalangan artis dan di kota besar. “Kejadian ini memprihatinkan kita, saya pribadi berharap kasus ini dibuka oleh pihak aparat yang melalukan penggerebekan,” ucap Mashudi.


Ia yakin, kasus ini seperti fenomena gunung es. Oleh karena itu, perlu adanya pembongkaran kasus yang ada. Kemudian pengawasan terhadap hotel perlu diperketat, jangan sampai menjadi lokasi yang menyediakan tempat prostitusi. Bahkan perlu kiranya, untuk menyelidiki apakah pihak hotel terlibat sengaja atau memberikan fasilitas.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, memang hal-hal seperti cukup sulit mengawasinya. Sebab, perputaran orang yang datang cukup tinggi.”Semoga pihak kepolisian bisa mengungkapkan kasus ini, buka saja pada publik agar menimbulkan efek kera terhadap pelaku yang lainnya,” kata Mashudi.

Prostitusi dengan mucikari mahasiswi itu sebelumnya terungkap setelah Subdit IV Ditreskrimum Polda Kalimantan Barat membongkar praktik pelacuran di sebuah hotel berbintang di kawasan Gajahmada Pontianak. Dari tiga orang yang diamankan, salah satunya berstatus mahasiswi yang bertindak sebagai mucikari.

“Terungkapnya prostitusi online berdasarkan laporan masyarakat, yang mencurigai aktivitas tersangka melalui media sosial, dan langsung ditindaklanjuti dengan penyamaran,” kata Direktur Reskrimum Polda Kalbar Kombes Pol Arif Rachman melalui Kasubdit IV Ditreskrimum AKBP Ongky Isgunawan di Pontianak, Minggu (13/1/2019).

Ia menjelaskan, dari pengungkapan tersebut, juga diamankan kedua korban, yakni berinisial LK, dan SCA, serta barang bukti uang tunai Rp3 juta, satu bungkus alat kontrasepsi, tiga unit handphone, dan dua unit kunci hotel di Jalan Gajahmada Pontianak.

Kronologis pengungkapan prostitusi daring tersebut, yakni pada hari Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB Anggota Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kalbar menerima laporan dari masyarakat bahwa ada dugaan tindak pidana pelacuran yang dilakukan oleh tersangka SA melalui media sosial.

“Kemudian anggota Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kalbar langsung melakukan penyelidikan, pada hari Jumat (11/1/2019) sekitar pukul 18.00 WIB tersangka SA menawarkan dua orang, yaitu korban LK dan SCA kepada anggota kami yang melakukan penyamaran,” ungkap AKBP Ongky Isgunawan.

Kemudian, sekitar pukul 19.40 WIB dilakukan transaksi dengan tersangka di kamar 308 lantai tiga sebuah hotel di Jalan Gajahmada dan uang diambil oleh tersangka sebesar Rp3 juta. “Tersangka SA diamankan di ruang santai lantai empat sekitar pukul 20.00 WIB, sementara korban LK di kamar 308, dan SCA di kamar 306 beserta barang bukti sejumlah uang tunai Rp3 juta bersama barang bukti alat kontrasepsi dan tiga unit handphone pada korban tersebut,” paparnya.

Ia menambahkan, tersangka dan korban langsung dibawa ke Mapolda Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan.  “Tersangka SA diancam pasal 296 KUHP tentang germo dengan ancaman pidana penjara satu tahun empat bulan,” ucapnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.