Tak Disiplin, 143 ASN Dihukum Pakai Rompi Oranye Mirip Tahanan KPK

Ratusan aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Setdaprov Nusa Tenggara Timur (NTT) dijatuhi hukuman mengenakan rompi berwarna oranye mirip tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka dihukum karena tidak disiplin dalam bekerja.

Para ASN mengenakan rompi dengan tulisan “Saya Tidak Disiplin” tersebut, setelah dilakukan evaluasi daftar kehadiran ASN dalam rentang waktu tiga bulan mulai Oktober hingga Desember 2018. Mereka kurang disiplin dalam bentuk terlambat masuk kantor, pulang awal, dan tidak masuk kantor tanpa berita.

Sedikitnya 143 ASN yang berasal dari 37 OPD di lingkup Setda Provinsi NTT itu dibariskan saat apel pagi, Senin (7/1/2019). ASN yang paling banyak mengenakan rompi oranye dari Dinas Pemuda dan Olahraga yakni 12 orang dan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Sedangkan OPD lainnya angkanya di bawah 10 orang. Saat apel pagi yang berlangsung di halaman kantor Gubernur NTT, ratusan ASN itu berdiri dan berbaris terpisah dari ASN lainnya. Rompi oranye tersebut disematkan langsung oleh pimpinan organisasi daerah (OPD) masing-masing ASN.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, tujuan dilakukan hal itu yakni semata-mata untuk menegakan disiplin bagi ASN. “Namanya organisasi itu tentu ada reward (penghargaan) dan punishment (hukuman). Jika kau melanggar tentu akan ada sanksi, sehingga kami lakukan itu,”t egas Viktor.

Menurut Viktor, bentuk hukuman itu supaya semua ASN di NTT bisa semangat dan disiplin serta dituntut untuk bekerja secara profesional dengan melayani publik dalam bentuk administrasi dengan baik. “Saya berulang kali katakan bahwa provinsi ini termiskin di Indonesia. Karena itu, bukan hanya gubernur dan wakil gubernur, tapi semua perangkat dalam organisasi ini mempunyai tanggung jawab yang sama untuk sama sama bekerja keras dalam menuntaskan persoalan ini,” tegas Viktor seraya menyebut pemakaian rompi itu bukan untuk mempermalukan ASN, tapi untuk memberi efek jera agar tidak melakukan pelanggaran disiplin lagi.