Siswi SMK Di Bogor Tewas Ditusuk Lelaki Bertato

 Pada sore hari Selasa 8/1/2019  pukul 16.00, warga menemukan siswi SMK yang masih memakai baju sekolah tergelatak di sebuah gang sepi di kawasan Jalan Riau RT 04 RW 03 Bogor. Siswi itu dengan bersimbah darah.

Dari informasi yang dapat siswi  SMK menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal. Bahkan proses penusukan pelaku terhadap korban terekam CCTV di sekitar gang tersebut.

Dari rekaman kamera CCTV yang didapat Pojokbogor.com, terlihat pelaku yang memakai kaos biru berdiri di gang tersebut.

Pelaku yang memiliki tattoo di tangan kanan dan kirinya itu tampak memperhatikan suasana sekitar. Pelaku juga terlihat sudah memilih gang yang sepi itu sebagi tempat untuk mengesekusi korban.

Pelaku sendiri terlihat mondar-mandir di gang tersebut. Selanjutnya, tampak korban berjalan menuruni tangga di gang yang menurun itu.

Di sisi lain, pelaku dengan berjalan santai menghampiri korban dari ujung gang.

Diduga, antara pelaku dan korban sudah saling kenal sebelumnya. Pasalnya, korban tidak menghindar saat pelaku mendekatinya.

Hanya sepersekian detik berikutnya, pelaku langsung menusuk korban yang tak berdaya. Usai menusuk korban, pelaku langsung berlari ke arah Jalan Raya Pajajaran.

Di sisi lain, korban yang mendapat tusukan, langsung terhuyung-huyung dan langsung roboh. Korban sendiri ditemukan warga sekitar dalam kondisi bersimbah darah.

Sempat dilarikan ke Rumah Sakit BMC untuk mendapatkan pertolongan, namun dalam perjalanan, nyawa korban tak dapat diselamatkan.

Kapolresta Bogor Kombes Pol Hendri Fiuser meninjau lokasi penusukan siswi SMK Andriana Yubelia Noven Cahya, di Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor Timur, Selasa (8/1) sekira pukul 23.48 WIB.

Korban merupakan siswi kelas XII jurusan Busana, SMK Baranangsiang, Kota Bogor. Hendri Fuiser sendiri tiba di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 23.48 WIB dengan didampingi oleh Kepala Satuan Reserse kriminal (KasatReskrim) Kompol Agah Sanjaya.

Kepada wartawan, mantan Pembantu Asisten Staf khusus Presiden RI mengungkapkan kasus penusukan ini masih dalam pengembangan termasuk motifnya.

“Pelaku kan belum ketangkap, tapi pada umumnya kasus pembunuhan seperti ini pasti ada motifnya. Sementara dugaan awal karena dendam dan sakit hati,” ujarnya kepada wartawan disela-sela peninjauan lokasi penusukan di Jalan Riau, RT 04 RW 3, Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor Rabu dinihari.

Hendri mengharapkan agar kasus ini diselesaikan dengan cepat. Namun sesuai langkah-langkah yang perlu proses.

“Kita berharap kepada tim untuk bekerja lebih keras lagi,” ucapnya.

Sementara, lanjut Hendri, untuk saksi yang sudah diperiksa sebanyak tiga sampai empat orang.

“Untuk barang bukti ada pisau, baju korban terus rekaman CCTV yang sudah diamankan walaupun tidak begitu jelas namun secara kasat mata ciri-ciri pelaku terlihat jelas disitu,” imbuhnya.