KPK IKLAN

PT Sumsel Anulir Putusan PN Palembang, Ditjen Pajak Batal Bayar Denda Rp 606 Miliar

Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan (Sumsel) menganulir putusan Pengadilan Negeri (PN) Palembang terkait gugatan seorang wajib pajak Teddy Effendi terhadap Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Putusan pengadilan tinggi itu menyelamatkan Kemenkeu dari membayar denda sebesar Rp 606 miliar.

“Menerima permohonan banding para pembanding tersebut. Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Palembang tertanggal 18 September 2018 Nomor 239/Pdt.G/2017/PN.Plg,” sebut majelis hakim seperti dikutip dari website resmi MA, Senin (31/12/2018).

Dalam putusan yang dibacakan pada 13 Desember 2018, tiga hakim menolak semua gugatan dari Teddy Effendi, wajib pajak. Tak hanya itu, majelis juga menghukum Teddy Effendi untuk membayar biaya perkara pada 2 tingkat peradilan, pada tingkat pertama sebesar Rp 921.000 dan tingkat banding sebesar Rp 150.000.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan pada Oktober lalu. Hal ini dilakukan usai Kemenkeu didenda Rp 606 miliar di kasus salah tangkap wajib pajak (WP). Dalam bandingnya, Kemenkeu beserta Ditjen Pajak tak terima dengan putusan PN Palembang memenangkan gugatan atas penggugat Teddy Efendi.

Gugatan Teddy menang setelah dirinya divonis bebas karena mengaku menjadi korban salah tangkap penyidik Ditjen Pajak. Wajib pajak di Palembang ini menggugat Kemenkeu dan Ditjen Pajak dengan No perkara 239/Pdt.G/2017/PN.Plg dengan cq. Direktorat Jendral Pajak Kemenkeu dan Kantor Wilayah DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.

Pada putusan bulan September lalu, PN Palembang mengabulkan isi gugatan dan menghukum tergugat dengan denda Rp 606 miliar. Denda sendiri merupakan akumulasi kerugian materil untuk kedua perusahaan yakni PT. Ina Besteel pada tahun 2017 sebesar Rp 419 miliar dan PT Agrotek Andal pada tahun 2017, yakni Rp 189 miliar.

You might also like