Polisi Pekanbaru Gerebeg Pabrik Miras Oplosan Di Rumah Mewah

 

Sebuah rumah mewah di Jalan Bunga Raya, RT03/RW12, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru mendadak ramai jadi tontonan masyarakat sekitar saat anggota Polsek Lima Puluh membongkar aktivitas terselubung di rumah tersebut yang ternyata merupakan home industri minuman keras oplosan.

Tak tanggung-tanggung, dari penggerebekan itu, sedikitnya 6 tersangka turut diamankan bersama barang bukti 14.659 botol miras oplosan.

Menurut Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, pengungkapan itu sendiri dilakukan oleh pihaknya di dua lokasi berbeda pada Sabtu, (12/01) siang lalu.

Lokasi pertama adalah di Jalan Bunga Raya, Kelurahan Tangkerang Selatan, Kecamatan Bukit Raya, tepatnya di sebuah rumah mewah bercat dan berpagar putih yang berada di pinggir jalan. Di lokasi itu polisi pun awalnya menangkap 5 tersangka yakni Agus Suranata, Mulpardi, Tamsir, Sepi Hardiyansyah dan Ravinda Wirta.

Dari hasil pengembangan penyelidikan di lokasi pertama itu, polisi selanjutnya kembali menciduk seorang tersangka tambahan, Masril di Jalan Bypass Chevron, Kelurahan Lembah Damai, Kecamatan Rumbai Pesisir.

Dari keseluruhan pengungkapan yang dilakukan petugas, turut diamankan pula barang bukti, 14.659 botol miras oplosan, 29.361 botol kosong, 83.325 karton kosong, 68.500 lembar logo/label miras berbagai merk, beragam mesin pembuat miras oplosan dan bahan-bahan pembuat miras seperti zat pewarna pakaian, alkohol dan lain-lain.

“Kita berhasil melakukan pengungkapan (home industri miras) ini setelah melakukan penyelidikan panjang selama 3 minggu. Ada dua TKP dengan tersangka 6 orang. Dari seluruh barang bukti yang kita amankan, 200 botol sudah siap edar,” ujarnya didampingi Kapolsek Lima Puluh, Kompol Angga dan Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi ketika ekspose tersangka dan barang bukti di TKP, Senin (14/01) pagi.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan yang sudah dilakukan jajarannya, para tersangka sendiri bisa meracik dan membuat miras-miras oplosan itu karena belajar secara otodidak. Home industri itu sendiri, sudah beroperasi selama 1 bulan lamanya, seperti dikutip monitorriau.com

“Kalau upah bervariasi. Ada yang digaji per bulan dan ada juga yang mendapatkan upah berdasarkan fee dari hasil penjualan. Mayoritas para tersangka berasal dari Provinsi Jawa Barat. Kita masih mengembangkan lagi pengungkapan ini karena masih kita cari siapa penggalang dananya,” tutupnya.

You might also like